Ahlan wa sahlan ‘Nakhoda’ baru BULOG

Posted on

Sejak diterimanya Surat KeputusanPemerintah tentang pemberhentian Djarot Kusumayakti  sebagai Dirut BULOG pada tanggal 27 Apr 2018 sebelumnya sempat tertunda, maka BUWAS resmi menjadi Dirut BULOG yg baru.

Publik mafhum bahwa beliau adalah mantan Kepala BNN yg sepak terjangnya sangat ditakuti oleh Mafia atau Gembong Narkoba.

Publik masih bertanya-tanya apa kompetensinya seorang jend purnawirawan polisi bisa mebjadi makhoda BULOG yang baru.

Tentunya mungkin pemerintah bermaksud ingin memberantas atau membongkar mafia pangan yg sejak tiga bulan terakhir tetap mempermainkan harga beras yg masih tetap di level tinggi.

Walau melalui instrumen operasi pasar, pemerintah BULOG, sudah menggelontorkan beras sejumlah 1,2 juta ton utk keperluan stabilisasi harga.

Menurut Agus Saifullah seorang pengamat kebijakan perberasan bahwa angka itu merupakan suatu jumlah yang cukup besar sepanjang sejarah sejak krisis tahun 1997.

Berbagai kalangan bertanya-tanya, pertanyaan ini cukup beralasan.

Akankah BULOG di bawah Buwas menjadi lebih baik akan sangat tergantung dari informasi internal BULOG.

Meski berlatar belakang kepolisian,
Direktur Utama yang baru Perum
BULOG, Budi Waseso, Komisaris Jenderal (Purn) diingatkan oleh para pengamat untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Perum BULOG bukan instansi kementerian yang memiliki kewenangan seperti REGULATOR, melainkan hanyalah bertindak sebagai OPERATOR .

Kerena itu, para ahli menganjurkan hal pertama yang harus dilakukan Budi Waseso (Buwas) ialah duduk bersama dengan para regulator dan menyamakan data dan persepsi mengenai pangan.

Setelah duduk bersama, diharapkan akan muncul pemahaman yang sama dan kemudian bergerak dengan cara yang sama dalam mengatasi persoalan pangan di Tanah Air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *