Ahlan wa sahlan ‘Nakhoda’ baru BULOG

“Yang jelas beliau (Buwas) perlu belanja informasi sebanyak-banyaknya, terutama dari internal Bulog kemudian ditambah para praktisi perberasan (pelaku) dan pemangku kepentingan (stakeholder) yang lain, yaitu: kementrian terkait, DPR RI, Ahli perberasan, Asosiasi, pedagang dan lainnya,”.

Bahwa pemberantasan mafia pangan seperti yang disebutkan Buwas sejatinya tugas kepolisian, sedangkan BULOG bertugas menjaga situasi tetap adil bagi seluruh pihak dan mengamankan stok untuk kepentingan masyarakat, sesuai tugas pemerintah.

“Kalau terbukti ada mafia pangan, ya silakan ditindak tegas dengan sesuai prosedur ‘tanpa pandang bulu’,”.

Di sisi lain, pergantian pimpinan BULOG ditenggarai akibat lambannya BUMN itu mengefektifkan penyaluran beras ke masyarakat akibat kebijakan pemeribtah yang sering dan mudah berubah-ubah.

Bahkan sebagai langkah antisipasi, Kementerian BUMN telah meminta 35 ribu agen bank yang tergabung dalam program Laku Pandai terlibat aktif menjual beras 5 kilogram sesuai harga eceran tertinggi. Ini juga penyebab yang lainnya.

Perombakan direksi di Perum BULOG merupakan salah satu bentuk penyegaran manajemen perusahaan untuk memperkuat perannya sebagai stabilisator harga pangan serta bahan pangan pokok lainnya di luar beras dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

Pemerintah terus mendorong kestabilan harga pangan dan kebutuhan pokok lainnya menjelang hari besar keagamaan, bulan Ramada, Lebaran tahun 2018.

Oleh karena itu, pergantian direksi BULOG diharapkan mampu mendorong upaya pemerintah dalam stabilisasi harga dan penyediaan kebutuhan pangan bagi masyarakat, terutama dalam hari-hari besar keagamaan.

Semoga dengan ‘Nakhoda’ baru BULOG dapat membawa lembaga itu menjadi lebih baik.

Selamat datang Jenderal, karyamu dinanti masyarakat Indonesia.

Johny Marsindang (Koordinator Jaringan Advokasi Pangan Indonesia – JapIndo).

Kompasiana.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*