stok bulog di gudang
Foto by tempo

BULOG Diminta Tingkatkan Kapasitas Simpan

Posted on

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron meminta BULOG meningkatkan kapasitas simpannya. Ia menyebut, idealnya BULOG memiliki stok 20 persen dari kebutuhan pangan nasional. Namun, menurutnya, rata-rata stok pangan yang dimiliki BULOG saat ini hanya sekitar delapan persen.

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Herman Khaeron menilai, Perum BULOG seharusnya bisa meningkatkan jumlah stok berasnya, bukan hanya untuk raskin tapi juga beras nasional.

“Ini untuk cadangan kalau sewaktu-waktu terjadi sesuatu pada pangan kita,” ujar Herman saat menghadiri forum diskusi untuk membahas evaluasi kebijakan pangan di kantor pusat BULOG, Jakarta, Jumat (22/9).

Dalam Diskusi bertajuk “Evaluasi Pelaksanaan Pangan” di Gedung Perum BULOG, Jakarta, Jumat dia mengatakan, selama ini stok beras di Perum BULOG ini merupakan stok raskin bukan stok nasional.

Ia kemudian mengkritisi BULOG yang kerap mengeluarkan pernyataan bahwa stok pangan aman lima sampai enam bulan ke depan.

Baca juga : Ini Alasan HET Beras Susah Diatur Pemerintah

Padahal, kata Herman, stok bahan pangan yang dimaksud adalah beras sejahtera (rastra) yang merupakan jatah khusus bagi keluarga prasejahtera, bukan cadangan beras untuk konsumsi nasional.

“Ini yang sering disalahtafsirkan. Mungkin kalau untuk nasional hanya cukup 20 hari,” ujarnya.

Menurut dia, setiap negara memiliki stok nasional sebesar 20 persen, sedangkan Indonesia, di mana yang tercatat selama ini hanya stok raskin sebesar 8 persen jika mencakup rumah tangga sasaran sebesar 14,21 juta.

“Saya makin tidak mengerti dengan rencana strategis ketahanan pangan ini. Semestinya BULOG bisa menambah daya simpan minimal 20 persen seperti rekomendasi DPR. Tapi sekarang hanya 8 persen. Tapi kalau diturunkan jadi 5 juta rumah tangga sasaran maka daya simpan BULOG hanya 5 persen,” ujarnya.

Kadang-kadang, lanjutnya, negara ini punya stok cukup untuk 5 bulan ke depan, tetapi ini untuk rastra bukan stok nasional.

Ditemui di lokasi yang sama, Direktur Utama BULOG Djarot Kusumayakti menyebut saat ini total kapasitas gudang milik BULOG sebesar 3,9 juta ton. Jumlah ini lebih tinggi dari rata-rata konsumsi nasional yang sebesar 3 juta ton per bulan.

Saat ini, menurut Djarot, BULOG memiliki cadangan beras sebanyak 1,6 juta ton. Jumlah tersebut terdiri dari rastra, cadangan pangan dan beras untuk komersil.

Sumber berita : Antaranews dan Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *