BULOG Fokus Bisnis Beras Komersial

Tren kenaikan harga gabah dan beras juga menjadi tantangan bagi Bulog tahun depan.

Apalagi dengan fokus pada beras komersial, berarti Bulog bakal bersaing perusahaan swasta.

Tri yakin bisa bersaing karena Bulog memiliki jaringan yang luas dan infrastruktur yang memadai.

Pengamat Pertanian Husein Sawit mengatakan, dengan tak adanya penyaluran rastra pada tahun depan, maka Bulog bisa menyetok gudang berasnya untuk cadangan beras pemerintah saja.

Dengan begitu maka jumlah cadangan beras untuk intervensi pasar cukup sebesar 300.000 ton.

Tetap impor daging

Agar kinerja keuangan tetap bagus tahun depan, selain bertumpu pada bisnis beras komersial, Bulog juga akan tetap menjalankan bisnis daging kerbau.

Apalagi izin impor daging kerbau asal India yang telah dikantongi sejak tahun 2016 bakal berlanjut hingga tahun depan.

Pada tahun depan Bulog memperoleh izin impor daging kerbau beku sebesar 50.000 ton.

Izin ini diberikan sebagai antisipasi terhadap lonjakan harga daging di pasaran jelang Lebaran 2018.

Izin itu akan menamlah stok daging kerbau beku yang saat ini dimiliki Bulog sebanyak 21.000 ton.

Menurut Tri, stok tersebut masih cukup sebagai persediaan selama Januari dan Februari 2018. Dia bilang, rata-rata jumlah daging yang keluar dari Bulog sebanyak 5.000– 6.000 ton per bulan.

Di luar izin impor menyambut Lebaran tahun depan, Bulog juga telah mengajukan izin impor daging kerbau beku sebanyak 31.000 ton untuk digunakan sepanjang 2018.

Meski sudah mendapatkan persetujuan impor dari rapat koordinasi terbatas (rakortas), namun Tri belum mengetahui kapan daging kerbau beku akan dimulai masuk (kontan.co.id)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*