gula kemas

BULOG Libatkan Pedagang Jual 412 Ribu Ton Gula dari Petani

Posted on

Pedagang akan menjual gula milik Perum BULOG agar tidak terjadi penumpukan stok gula hasil serapan dari petani.

Kesepakatan ini dituangkan dalam nota kesepahaman antara BULOG dan Asosiasi Pedagang Gula Indonesia (APGI) yang diteken di depan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, BULOG memang ditugaskan untuk membeli gula petani yang sempat menumpuk di pabrik-pabrik.

“Gula petani seharga Rp 9.700 per kilogram diminta segera direalisasikan pembeliannya oleh BULOG,” kata Enggar di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin malam (2/10).

Selanjutnya, pedagang akan membantu BULOG untuk menjual 412 ribu ton gula hasil serapan dari petani itu kepada masyarakat.

Harga pembelian pedagang ke BULOG yang disepakati sebesar Rp 11 ribu per kilogram. Ada 20 perusahaan yang sepakat dengan ketentuan ini.

Enggar menjelaskan, pemerintah hanya ingin gula milik petani tebu bisa laku pasaran. Sebab, dengan pengolahan pabrik yang sudah usang, kualitas produk yang dihasilkan pun kurang baik.

Tanpa campur tangan pemerintah, tak banyak pedagang yang bersedia menjualnya.

“Pabrik gula juga harus bertanggung jawab dan tidak mungkin petani dikorbankan,” ujarnya.

Ketua APGI Piko Nyoto Setiadi menyatakan dengan harga beli sebesar Rp 11 ribu dari BULOG, pedagang masih bisa mendapat untung. Sebab, Harga Eceran Tertinggi (HET) gula Rp 12.500 per kilogram.

Masalahnya, menurut Piko, adalah apakah ada yang mau membeli gula berkualitas rendah itu pada harga yang diharapkan.

“Kalau pasar ramai, mudah-mudahan untung walau kecil, jangan sampai rugi,” tutur Piko.

Di pihak lain, Direktur Utama BULOG Djarot Kusumayakti menyatakan terbantu dengan kesepakatan ini, karena perusahaannya tidak memiliki kapasitas penjualan gula hingga ke retail modern dan warung tradisional.

“Sebagai penyangga pemerintah, kami telah sepakat mengatur transaksi gula bisa sampai pada tujuan HET,” ujar Djarot.

Sumber berita : Katadata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *