beras sejahtera bulog rastra raskin

BULOG Pacu Stok, Penyaluran Meningkat

Posted on

Perum Bulog menggenjot pengadaan beras. Hingga Senin (23/4/2018), tercatat 925.710 ton. Stok itu dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan bantuan sosial pangan dan operasi pasar.

Namun, pemerintah dinilai perlu menghitung lebih cermat ketersediaan beras pada akhir tahun agar gejolak awal tahun ini tak terulang.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, stok beras di Perum Bulog mencapai 925.710 ton yang terdiri dari beras medium 598.927 ton, cadangan beras pemerintah 61.212 ton, dan beras premium 326.783 ton.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Andrianto Wahyu Adi, di Jakarta, Selasa, mengatakan, Bulog telah merealisasikan impor beras 450.000 ton dari total izin 500.000 ton. Sementara realisasi penyerapan beras di dalam negeri sekitar 492.000 ton.

Stok tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan bantuan sosial dan operasi pasar. ”Kebutuhan untuk bantuan sosial per bulan 100.000 ton, sedangkan untuk operasi pasar rata-rata 100.000 ton,” ujarnya.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Karyawan Gunarso menambahkan, Bulog telah berupaya memasok beras ke pasar.

Pasokan beras bahkan cenderung meningkat tahun ini. Jika pada November 2016 sampai April 2017 penyaluran beras Bulog kurang lebih dari 700.000 ton, selama November 2017 sampai April 2018 tersalur sekitar 1,2 juta ton. ”Itu artinya upaya Bulog mengisi pasar sudah luar biasa,” ujar Gunarso.

Sebelumnya, sejumlah pihak menilai, situasi harga gabah dan beras awal tahun ini anomali. Harga bertahan tinggi meski puncak musim panen terlewati.

Situasi ini menguntungkan petani
Sebelumnya, sejumlah pihak menilai, situasi harga gabah dan beras awal tahun ini anomali. Harga bertahan tinggi meski puncak musim panen terlewati. Situasi ini menguntungkan petani
Sekaligus mengirim sinyal, pasar beras masih ”lapar”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *