BULOG, RPK dan Stabilisasi Pangan

Tanggal 10 Mei adalah hari ulang tahun BULOG, satu-satunya Badan Usaha Milik Negara dan satu-satunya instrumen Pemerintah yang ditugaskan khusus untuk menjaga pasokan dan stabilisasi harga pangan pokok tertentu.

Bukan tugas yang mudah, memadukan dan memgharmonisasikan kepentingan hulu dan hilir untuk membuat setiap pelaku tersenyum.

Dirgahayu BULOG di ulang tahun yang ke 51, tetaplah tegak menjadi penjaga Ketahanan Pangan Nasional yang mandiri dan berdaulat.

Yang menarik dari sisi operasional BULOG adalah bahwa sehari sebelumnya, 2 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 9 Mei 2016, dilakukan launching program Rumah Pangan Kita (RPK) oleh Direktur Utama Perum BULOG Djarot Kusumayakti (waktu itu).

Membaca namanya, dengan brand “KITA” langsung menembus ego masing-masing pribadi.

KITA bisa berarti kepemilikan bersama yang pada akhirnya akan mewujudkan kepedulian bersama untuk berjuang pada tujuan yang sama.

Sebuah terobosan berani oleh BULOG yang bersama masyarakat membangun ide brilian dengan memberikan kepercayaan pada masyarakat untuk terlibat dalam menjaga ketahanan pangan.

Apa Tujuan Yang Sama Itu?

Membaca gerakan RPK, ada sebuah upaya untuk menggebrak pasar dengan mengembangkan jaringan distribusi pangan berbasis masyarakat.

Terbayangkan sebuah mimpi besar terbentuknya gurita distribusi pangan yang berbasis keterlibatan masyarakat, pelaksana oleh masyarakat, sumber pangan dari masyarakat, pengawasan oleh masyarakat, dan Pemerintah bisa mengendalikan sebagai otak gurita tersebut. Oleh, dari, dan untuk KITA.

Launching RPK pada 9 Mei 2016 yang didukung penuh oleh Dirut BULOG dan Direktur Komersial pada waktu itu (Djarot Kusumayakti dan Fadzri Sentosa) yang dalam sambutannya mengharapkan terbentuknya jaringan yang menggurita se Indonesia Raya.

Meski dilaunching pada 9 Mei 2016, namun Program RPK sebagai bagian dari program BULOG untuk mengembangkan jaringan distribusi sudah terbangun sejak 13 Agustus 2015 dengan Sahabat RPK Warung Budhe sebagai Sahabat RPK pertama kali.

Jelas sudah tujuan Jaringan Distribusi RPK dalam benak saya adalah membangun sebuah jaringan dengan melibatkan masyarakat yang secara suka rela menjadi bagian penting dari menjaga ketahanan pangan rumah tangga.

Menyediakan pangan di lokasi yang dekat dengan konsumen, menjaga harga pada tingkat harga yang terjangkau oleh masyakarat, dan menjadi kepanjangan tangan BULOG (baca : Pemerintah) untuk memberikan kepastian akan stabilisasi pasokan dan harga. Tiga pilar ketahanan pangan yang dibangun RPK.

Melihat posisi RPK yang bisa dibangun dimana ada masyarajat yang bersedia untuk menyiapkan sedikit/sebagian lahannya untuk menyimpan stok, maka fungsi menjaga ketersediaan pangan yang dekat dengan konsumen dapat dijaga.

Komitmen Sahabat RPK untuk menjual pada harga tertentu yang ditetapkan oleh BULOG. Maka fungsi menjaga keterjangkauan harga dilaksanakan.

Terakhir adalah adanya fungsi jaminan kepada pelanggan Sahabat RPK bahwa pasokan dan harga akan terus terjaga stabilitasnya karena RPK menjadi kepanjangan tangan BULOG yang ditugaskan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Dengan mengajak keterlibatan masyarakat dalam program Rumah Pangan Kita, di manapun berada, BULOG (baca juga : Pemerintah) akan mempunyai jaringan distribusi pangan pokok yang besar dan tersebar.

Mungkin masing-masing Sahabat RPK (istilah untuk masyarakat yang ikut dalam program ini) tidak (belum) mempunyai kapasitas penjualan yang besar.

Namun bagi BULOG (baca : Pemerintah) jumlah yang banyak dan tersebar layaknya tiap urat nadi dari tentakel gurita, akan mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*