Buwas dan Bulog saat mendekati Ramadan

Posted on

Namun, kita tahu, data produksi maupun konsumsi pangan selalu menjadi polemik. Akurasi dan validitas data seringkali dipertanyakan. Hal itu sangat terlihat dalam polemik impor beras awal tahun lalu.

Tingkat penyerapan gabah dan beras dari petani oleh Bulog pun bukan hanya dipengaruhi oleh data tersebut. Ketentuan HPP tak jarang membuat penyerapan Bulog atas gabah dan beras dari petani menjadi rendah.

Terutama sekali apabila petani mendapat penawaran harga yang lebih tinggi dari pihak swasta ketimbang HPP yang ditentukan oleh pemerintah.

Dalam Inpres No 5 Tahun 2015 HPP gabah kering panen Rp 3.700, gabah kering diling Rp 4.600 dan beras Rp 7.300 per kilogram. Sampai bulan April lalu, Pemerintah membolehkan Bulog menyerap gabah petani dengan harga 20 persen di atas HPP.

Sangat tidak masuk akal jika Bulog dituntut untuk menyerap gabah dan beras dari petani dengan ketentuan HPP mana kala harga pasar yang ditawarkan kepada para petani melampaui HPP. Tuntutan semacam itu akan mendesak Bulog untuk memaksa petani tidak menikmati kesejahteraan yang lebih baik.

Namun, jika Bulog terus menerus kalah oleh pihak swasta dalam menyerap produksi pangan, bagaimana Bulog bisa mengelola dan menjaga stok pangan nasional serta menjaga stabilitas harganya?

Itu baru satu urusan. Beras saja. Belum terkait bahan pangan lainnya.

Hal lain yang juga sempat disampaikan Dirut Bulog sebelumnya, belitan peraturan di berbagai kementerian dan lembaga membuat Bulog harus meliuk-liuk. Anggota Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Pusat, Khudori, menyatakan bahwa ‘atasan’ Bulog–9 kementerian dan lembaga–sering membuat bulog menjadi lamban dan kurang responsif.

Tampaklah, bahwa tugas Buwas sebagai Dirut Bulog sangat kompleks. Bukan melulu soal ketegasan dan keberanian melawan mafia pangan saja.

Publik pasti sangat berharap Buwas bisa belajar dengan cepat segala sisik melik terkait tugas Bulog. Apalagi Ramadan sudah sangat dekat, yang biasanya diwarnai dengan persoalan stok dan stabilitas harga pangan.

Selamat bekerja, Pak Buwas.

Yayan Sopyan via beritagar.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *