beras sejahtera bulog rastra raskin

Cegah Kartel, BULOG Harus Kuasai 20% Pasar Beras Nasional

Posted on

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf mendorong pemerintah untuk merevitalisasi Perum BULOG agar perusahaan pelat merah itu dapat mengendalikan pasokan dan harga beras.

Menurut dia, BULOG sulit menyerap gabah dari petani karena kalah dari para pengepul swasta. Jika pun BULOG diharuskan membeli gabah petani, pemerintah sama sekali tidak mengucurkan bantuan kepada perusahaan itu. “Selama ini kan dibiayai bank. Kalau dibiayai bank berarti ada bunga,” kata Syarkawi dalam konferensi pers di Palembang, Jumat (28/7/2017).

Syarkawi mengungkapkan KPPU dan sejumlah pemangku kepentingan perberasan telah bertemu di Jakarta pada Kamis (27/7/2017) dan menyepakati revitalisasi BULOG. Idealnya, tambah dia, BULOG paling tidak menguasai 20% pangsa pasar beras nasional. “Kalau saat ini serapannya baru 10%. Harus didorong lebih berperan dibandingkan sekarang,” ujarnya.

Selain revitalisasi BULOG, Syarkawi mengatakan pertemuan kemarin juga menghasilkan empat poin kesepakatan. Pertama, meminta pemerintah memperpendek rantai distribusi tata niaga beras karena saat ini dirasa tidak adil. Kedua, membedakan harga eceran tertinggi (HET) untuk beras premium dan medium.

Ketiga, menata ulang standar nasional Indonesia (SNI) agar lebih detail dari yang saat ini masih fokus ke sifat fisik. Keempat, meminta para pedagang perantara untuk tetap beraktivitas seperti biasa selama tata niaga dibenahi.

“Tata niaga beras harus adil untuk petani dan lebih adil untuk konsumen. Juga adil bagi pedagang sehingga mereka tetap mendapat untung dari beras,” ujar sarjana ekonomi dari Universitas Hasanuddin itu.

Sumber berita : Solopos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *