tobatan dewan masjid bulog

Dewan Masjid – BULOG Hadirkan Tobatan

Posted on

Dalam upaya mewujudkan stabilitas harga pangan bagi rakyat Indonesia, Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) bekerjasama dengan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (BULOG) menghadirkan Toko Baitul Pangan (Tobatan). Pendirian Tobatan yang merupakan realisasi dari penandatanganan MoU antara PP DMI dan Perum BULOG pada 2 Juni 2017 lalu, diantaranya dilakukan di halaman Masjid Nurul Haq, Asem Baris, Tebet, Jakarta Selatan.

Menurut Kepala Divisi Penjualan Langsung Perum BULOG, Suharto Djabar, Perum BULOG menyambut baik kerjasama dengan DMI, yang telah membantu upaya pemerintah -yang menugaskan Perum BULOG- untuk menstabilkan harga-harga komoditi pangan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Pendirian dua Tobatan tersebut (di Masjid Al Muawanah Ulujami Pesanggrahan Jakarta Selatan dan di Masjid Nurul Haq) juga sekaligus membantu masyarakat yang merupakan jamaah masjid tersebut, karena dapat membeli komoditi pangan dengan harga terjangkau serta tidak diragukan lagi kualitasnya.

“Bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia, hari ini kami melaunching dua Tobatan yaitu di Masjid Al Muawanah dan Masjid Nurul Haq ini. Kami mengapresiasi DMI yang ikut membantu upaya menstabilkan harga-harga komoditi pangan yang dibutuhkan masyarakat kita. Dengan menyediakan titik-titik penjualan di halaman masjid. Masyarakat dan khususnya jamaah masjid akan sangat terbantu, dengan tersedianya kebutuhan mereka dengan harga yang terjangkau. Insyaalah harganya stabil. Dan karena masjid menyediakan belanja hemat, maka nanti masyarakat juga tergerak untuk memakmurkan masjid,” kata Suharto pada acara launching Tobatan di Masjid Nurul Haq, siang ini.

Menurut Suharto, masyarakat yang membeli komoditi pangan dari Tobatan, bisa juga menjual lagi, asalkan dengan harga yang tidak boleh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) komoditi tersebut. Misalkan harga daging beku yang dijual di Tobatan adalah Rp 68.000 per kg nya, maka tidak boleh dijual melebihi HET nya yang Rp 80.000 per kg nya.

“Bila menjual melebihi HET, ya berarti tidak ikut berupaya menstabilkan harga pangan. Padahal kami dan Dewan Masjiod berupaya bersama untuk menstabilkan harga pangan. Kami berharap menjual justru dibawah HET, dan memang sudah untung dengan menjual dibawah HET nya,” kata Suharto.

Komoditi yang dijual di Tobatan yang berslogan “Belanja Hemat Sambil Beribadah” tersebut adalah Beras Premium dengan harga Rp 56.000/5 kg, Gula Premium Rp 11.900/ kg, Minyak Goreng Rp 12.500/ Liter. Juga Tepung Terigu Rp 7200/ kg, Bawang Merah Rp 23.000/kg, Bawang Putih Rp 37.000/ kg, serta Daging Beku Rp 68.000/ kg.

Sumber berita : Suara Merdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *