Eks Dirut: Kalau Beras Mau Stabil Jangan Tuntut Laba dari BULOG

Posted on

Rencana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk merombak Direksi Perum Bulog, kembali memunculkan wacana soal peran BUMN pangan itu.

Mengacu pada sejarahnya, Bulog dibentuk untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan, khususnya beras.

Namun sejak 1998 ketika pemerintah mengadopsi liberalisasi pangan, sesuai dengan tuntutan Letter of Intent Dana Moneter Internasional (International Menotary Fund/IMF), peran Bulog mulai bergeser.

Sebagai BUMN yang sejak 2003 berstatus Perum, Bulog juga berkewajiban meraih laba dari usahanya.

Direktur Utama Perum Bulog periode 2009-2013, Sutarto Alimoeso, meminta pemerintah menegaskan posisi serta tugas pokok Bulog.

“Sekarang pemerintah itu ingin menempatkan Bulog pada posisi mana? Jadi apakah dia memang ditempatkan sebagai perusahaan umum murni (meraih laba) atau lebih berat kepada tugas dan fungsi Bulog sebagai stabilisator,” katanya saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Selasa (24/4).

Menurut Sutarto, jika Bulog menjadi Perum murni, perusahan bisa melakukan praktik-praktik usaha dengan pertimbangan bisnis semata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *