gula kristal putih ptpn

Harga di Bawah Biaya Produksi PTPN XII Kesulitan Jual Gula Ke BULOG

Posted on

Direksi PT Perkebunan Nusantara XII kesulitan menjual gula kristal putih lantaran terkendala harga di bawah harga pokok produksi.

Kondisi seperti itu juga dialami oleh PTPN lainnya yang memproduksi komoditas serupa sehingga gula menumpuk di gudang. Untuk mengatasi hal itu, PTPN mengirimkan surat ke holding guna meminta izin ke pemerintah agar bisa menjual gula tanpa lewat BULOG.

Direktur Komersil PTPN XII Hudi Prihmono kepada Media Indonesia, Jumat (18/8), mengatakan PT Industri Gula Glenmore (IGG) di Banyuwangi sudah memproduksi gula kristal putih sebanyak 3.500 ton dari proses giling sejak Juli 2017. “Bisa produksi gula tapi dengan tata niaga sekarang belum bisa melakukan penjualan,” tegasnya.

Sesuai ketentuan, gula PTPN harusnya dibeli BULOG. Tapi belakangan, BULOG tidak bisa membeli gula itu lantaran harga akhir dipatok Rp12.500 per kg dianggap kurang kompetitif. Karenanya pembelian selama 2016 pun terpaksa dihentikan. Dampaknya, gula yang ada belum terdistribusi seluruhnya.

Kendati sesuai kesepakatan harga pokok pembeliannya Rp10.900 per kg pun ditambah pajak, BULOG juga merasa kesulitan karena terbebani biaya tambahan distribusi dan pengepakan. Akhirnya BULOG tidak bisa menyerap gula yang diproduksi PTPN. “BULOG kesulitan itu. Siapa yang mau beli karena harga akhir Rp12.500 per kg,” ujarnya.

Solusinya, PTPN XII sekarang masih menunggu keluarnya persetujuan dari pemerintah yang membolehkan menjual gula di luar mekanisme BULOG.

“Kita menunggu keputusan pemerintah. Tapi PTPN lain meminta fatwa melaui holding ke kementerian agar bisa menjual gula di luar BULOG,” tuturnya.

Ia menjelaskan sudah mencoba menjual gula melalui mekanisme lelang di Kantor Pemasaran Bersama Nusantara di Jakarta. Gula yang dilelang itu atas seizin holding, agar ada pendapatan untuk bisa produksi lagi.

“Kemarin sudah turun melalui mekanisme lelang. Gula yang dijual dalam partai kecil. Tapi harganya pun terlalu jauh di bawah harga pokok produksi yang dipatok sekitar Rp10 ribu hingga Rp13 ribu per kg,” katanya.

Dengan harga yang belum ada titik temu, maka pihaknya menunda lelang karena penawaran dianggap belum menguntungkan. Sebab pembeli menawar gula PTPN Rp9.500 per kg atau di bawah harga pokok produksi Rp10 ribu-Rp13 ribu per kg.

Kendati gula belum terjual, tapi pihaknya masih bisa tenang karena memiliki pendapatan dari sektor perkebunan. Hasil karet sebanyak 14 ribu ton per tahun dari total luas areal 16 ribu ha bakal tercapai.

Dengan begitu cash flow harian masih bisa bertahan meski penjualan gula ada hambatan regulasi dan harga. Untuk itu, ia meminta pemerintah bisa melepas harga gula secepatnya sekaligus menyetujui penjualan di luar BULOG.

Sumber berita : http://mediaindonesia.com/news/read/118228/harga-di-bawah-biaya-produksi-ptpn-xii-kesulitan-jual-gula-ke-bulog/2017-08-18

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *