Hasil Mediasi Terkait Harga Daging, Bertentangan Dengan Instruksi Mendag

Bahkan diungkapkan oleh Dinas Peternakan bahwa menurut Kamar Dagang Indonesia, harga daging sapi normal berkisar di angka Rp 115 ribu sampai Rp 120 ribu per kilonya.

Danurdoro Anindito yang mewakili Divre Perum Bulog Bengkulu mengatakan, Perum Bulog hanya mengikuti dari pemegang kebijakan dalam hal ini Presiden.

Presiden sudah memberikan instruksi kepada Perum Bulog untuk mendistribusikan harga daging beku kepada masyarakat dengan harga Rp 80.000, dan dijual di daerah-daerah yang belum bisa memenuhi pasokan dagingnya sendiri.

Oleh karna itu, Bengkulu mendapat perhatian dari Kementerian maupun Presiden karena Bengkulu masuk kedalam 5 Provinsi dengan harga daging termahal.

Dalam polemik ini, Bulog akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Penjabat Walikota Bengkulu untuk menemukan solusi polemik tersebut.

“Kita hadir mewakili negara, jadi kita itu diperintahkan oleh RI 1 (Presiden-red) melalui kementeriannya bahwa kita diwajibkan menjual harga daging 80.000 dan kita wajib menjual di daerah-daerah yang belum mampu menyediakan dagi seperti yang dikehendaki RI 1.

Nah kebetulan Bengkulu adalah salah satu Provinsi dengan harga daging termahal nomor 5 se-Indonesia. Masih jauh dari harga yang dimehendaki oleh Pemerintah.

Disinilah Bulog dihadirkan, kami siap menggelontorkan banyak dan kami siap berhenti kalau memang dikehendaki oleh pemangku kekuasaan kebijakan disini, emang bulog gausah lah beroperasi di Bengkulu dengan surat resmi,” ujar Kabid Komersial Divre Perum Bulog.

Disisi lain Menteri Perdagangan RI mengeluarkan Surat yang (412/M-Dag/SD/4/2018) pada 5 April lalu yang ditujukan langsung ke Gubernur seluruh Indonesia, berikut poin-poinnya :

1. Agar memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok di Wilayah kerja saudara.

2. Agar menyediakan beras medium dengan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) di wilayah saudara, dan daging sapi dengan harga penjualan maksimal ditingkat konsumen Rp.  80.000/kg.

Apabila saudara tidak dapat menyediakan beras medium dan daging sesuai dengan harga yang dimaksud di atas.

Agar berkoordinasi dengan Divre/Subdivre Bulig setempat untuk menyalurkan beras medium dan daging beku dari gudang Bulog ke pasar-pasar di Kabupaten/kota Wilayah kerja saudara.

3. Agar secara bersama-sama dengan Satgas pangan untuk turun langsung memantau ketersediaan pasokan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok di wilayah kerja saudara dan mengambil tindakan penetrasi pasar jika perlu dilakukan.

4. Harga  dalam pelaksanaan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok tetap memperhatikan aspek akuntabilitas dan tatakelola yang baik sesuai peraturan perudang-undangan.

Dalam surat tersebut berisi warning yang disampaikan guna menstabilkan harga, Namun pada hasil mediasi meminta Bulog Bengkulu tidak mengakhiri pasokan malahan hanya sekedar mengurangi.

Padahal pada instruksi Menteri poin kedua dijelaskan bahwasannya selama harga daging/beras tidak stabil maka Pemerintah harus berkoordinasi bersama Bulog terdekat menggelotorkan daging atau beras guna menstabilkan harga.

Namun tindakan yang diambil Pemerintah Kota Bengkulu adalah mengurangi Pasokan Bulog.

Sumber : https://www.tuntasonline.com/2018/04/13/hasil-mediasi-terkait-harga-daging-bertentangan-dengan-instruksi-mendag

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*