Ingin Tepat Sasaran, DPR Minta BULOG Salurkan Ini

bpnt bulog pkh

Karena, dari kondisi di lapangan, harga beras di pasaran sudah cukup tinggi dengan kualitas yang juga bagus. Namun, beras Bulog sendiri dengan kualitas yang sama, namun dengan harga yang cukup ekonomis.

“Contohnya, beras dari Bulog cukup bagus, harganya cuma Rp9.500 per kilogram. Itu kan bagus, kenapa tidak manfaatkan. Nah ini kan sama-sama lembaga pemerintah, artinya bagaimana kita bisa mendorong agar Bulog itu bisa menyerap gabah dari petani itu sendiri.

Supaya kita tidak ketergantungan impor. Gudang Bulog itu penuhilah dari hasil produk-produk pertanian di kita,” ungkap Oo Sutisna.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Rahmad Handoyo berpendapat, program BPNT tidak ada hubungannya dengan Bulog. BPNT merupakan program dari pemerintah melalui Kemensos untuk diberikan kepada masyarakat penerima bantuan, untuk pemenuhan gizi dan pemenuhan pangan.

“Kalau Bulog itu, secara tidak langsung ada binaan-binaan Bulog yang salah satunya adalah Binaan Rumah Pangan Kita (RPK). Memang secara langsung dari sisi bisnis tidak ada Bulog. Tetapi binaan-binaan Bulog itu yang mendapatkan akses atau keuntungan. Karena memang harus menyalurkan dan membeli dan menyediakan dari binaan-binaan Bulog,” papar Rahmad.

Menurut politisi PDI-Perjuangan itu, RPK sendiri sudah berjalan selama dua tahun. Jika RPK bisa menjadi pilot project, maka tidak menutup kemungkinan, Bulog bisa membina dan program berjalan dengan lancar, kemudian binaan Bulog pun akan mendapatkan akses manfaat.

“Saya kira pantas untuk kita apresiasi,” tutupnya. (Rilis.id)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*