rastra-bulog

Ini Strategi BULOG Agar Program RASTRA Zero Complain

Posted on

Tahun 2017 ini Perum BULOG terus berusaha agar kinerja perusahaan khususnya mengenai penyaluran beras sejahtera itu tidak ada lagi komplain dari masyarakat.

Apalagi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjamin kualitas beras sejahtera (RASTRA) yang ada di gudang-gudang BULOG saat ini sudah meningkat.

Amanah yang diemban BULOG untuk mensukseskan program RASTRA dalam hal penyediaan beras amatlah berat karena harus menjamin kualitas beras dari mulai awal masuk di gudang sampai ke penerima manfaat.

Belum lagi beras yang tersimpan di gudang BULOG itu sudah lama, jadi BULOG harus punya strategi jitu untuk menjamin kualitas beras sejahtera itu baik dan layak salur.

Komitmen untuk mensukseskan program zero complain ini menjadi tanggungjawab seluruh pegawai BULOG seperti dikutip dari Kepala Bulog Sub Divre Banyuwangi, Raden Guna Dharma di laman Times Indonesia “Mulai tahun 2017 ini, kita memiliki program Zero Complain, agar tak ada keluhan dari penerima beras, seperti ber kutu, debu dan lainnya”.

Untuk mensukseskan program zero complain tersebut, maka strategi BULOG dimulai dari proses pengadaan dimana tahun ini BULOG menerapkan variasi harga tapi tetap mengacu pada ketentuan HPP sesuai Inpres No 5 Tahun 2015. Proses pemasukan beras merupakan filter paling awal dalam menjamin kualitas beras yang akan disalurkan.

Dengan pola ini diharapkan BULOG bisa membeli beras sebanyak-banyaknya dan disisi lain pada saat penyaluran tidak ada komplain karena akan ada proses pengolahan seperti dikutip dari Kepala Sub Divre Pati Akhmad Kholisun di laman Suara Merdeka “Tahun 2017, ada perubahan pola pengadaan dimana beras dari mitra kerja pengadaan akan diterima meskipun kualitasnya diluar inpres. Nanti beras yang kualitas rendah akan di beli dengan harga 7150, sedang 7300 dan yang bagus 7500. Nantinya beras yang kualitas rendah akan di olah lagi.”

Pada saat proses pengolahan beras inilah yang nantinya akan menjamin kualitas dan kuantitas beras yang disalur ke penerima manfaat tidak ada komplain lagi karena pada saat diolah kualitas beras bisa dilihat secara menyeluruh bukan lagi seperti pengecekan beras secara sampling.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *