gula pasir bulog

Inilah Alasan Organisasi Petani Tebu Laporkan BULOG ke KPPU atas Dugaan Monopoli Gula

Posted on

Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) melaporkan BULOG ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) atas dugaan monopoli gula.

Surat laporan itu bernomor 28/DPN.APTRI/IX/2017 tertanggal 15 September 2017.

Dalam laporan tersebut, terdapat empat poin pemaparan yang mendasari dugaan monopoli gula petani oleh BULOG. Sekjen DPN APTRI M Nur Khabsyin mengatakan, monopoli tersebut atas dasar Peraturan Menteri Koordinator Perekonomian nomor S-202/M.EKON/08/2017.

Dalam aturan tersebut dinyatakan yang berhak membeli gula petani atau gula pabrik milik BUMN hanya BULOG dengan harga Rp 9.700/kilogram.

Padahal Peraturan Menteri Perdagangan nomor 885/MDAG/SD/8/2017 juga menyatakan bahwa yang berhak memasarkan gula curah di pasaran adalah BULOG.

“Tentu kami sangat keberatan atas peraturan tersebut,” kata Khabsyi kepada Tribunjateng.com, Selasa (26/9/2017).

Dia mengatakan dugaan monopoli yang dilakukan BULOG karena organisasinya mengacu UU No 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

“Tentu petani sangat merasa keberatan jika gula dibeli dengan harga Rp 9.700 per kilo. Padahal pedagang juga hanya bisa mendapatkan gula dari BULOG, tidak langsung dari petani,” keluhnya.

Dia menyebut nominal tersebut bagi petani sangat rendah dan merugikan.

“Kalau dihitung-hitung, harga minimal gula petani itu Rp 10.600 per kilo. BULOG belinya di bawah itu,” tandasnya.

Selasa ini, M Nur dan Ketua DPN APTRI telah dipanggil KPPU untuk dimintai keterangan atas laporan tersebut.

“Kami dimintai menjelaskan adanya kronologi aturan BULOG yang memonopoli pembelian dan penjualan gula tani produksi tahun 2017,” katanya.

Menurutnya, inti dari laporan itu meminta KPPU bersikap mencegah praktik monopoli.

Kemudian membatalkan surat Menteri Perdagangan no 885/M-DAG/SD/8/2017 dan surat Dirjen Perdagangan Dalam Negeri no 465/PDN/SD/8/2017 yang mendasari BULOG membeli gula, baik dari petani maupun dari pabrik milik BUMN.

“Selain pelapor, KPPU juga akan memanggil pihak terlapor dan pihak terkait dalam hal ini,” jelas dia.

Sumber berita : http://jateng.tribunnews.com/2017/09/26/inilah-alasan-organisasi-petani-tebu-laporkan-BULOG-ke-kppu-atas-dugaan-monopoli-gula?page=2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *