Menyambut Transformasi BULOG

Posted on

Perubahan adalah Keniscayaan

Perubahan adalah Keniscayaan Beberapa pekan lalu di awal bulan Mei 2017, saya mampir masuk Gramedia setelah menemani anak-anak nonton film Kartini. Filmnya sangat menginspirasi, mengingatkan saya bahwa buku... selain jendela ke dunia bebas.. jg merupakan sumber ide. Rutinitas membuat saya agak malas membaca beberapa waktu belakangan ini. Satu buku di barisan Best Seller .., judulnya menarik perhatian saya.. "Who moved my cheese" .. setelah membaca cepat beberapa ulasan ttg buku itu. Ternyata isinya sangat tepat dengan situasi yg sedang dihadapi Perum BULOG ~ Perubahan! Who moved my cheese .. sebuah buku karya Spencer Johnson, M.D. dari sekian banyak buku-bukunya yang menginspirasi. Buku ini mengungkap keniscayaan tentang perubahan, apakah perubahan dalam kehidupan kita atau dalam sebuah perusahaan. Dalam buku ini ada empat tokoh yang hidup dalam satu Labirin, yaitu dua ekor tikus, Sniff dan Scurry.. serta dua kurcaci, Hem dan Haw. Dari hari ke hari keempat makhluk ini hidup dari cheese yang mereka temukan di lorong-lorong Labirin.. dua ekor tikus menyukai cheese berlubang-lubang sederhana, sdgkan dua kurcaci karena mereka menggunakan otak mereka yg rumit, penuh dengan berbagai keyakinan dan emosi.. maka mencari cheese yg menurut mereka lbh nikmat dan membawa kebahagiaan bagi mereka. Bagi ke-empat makhluk itu , cheese adalah sesuatu yang mewakili kebutuhan mereka, dan Labirin adalah tempat mencari kebutuhan hidup. Setiap hari.. mereka bangun pagi, mengenakan sepatu jogging dan siap untuk berpacu mencari cheese yang mereka inginkan. Mereka berlari dan berlari.. berupaya keras, untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Sampai akhirnya di satu waktu mereka menemukan suatu tempat penuh dengan cheese berlimpah. Berhari-hari mereka kembali ke tempat yang sama, sebut saja tempat tersebut adalah gudang C, karena merasa kebutuhannya sudah tercukupi mereka akhirnya menggantung sepatu jogging, tak mau bersusah-susah berlari lagi untuk mencari cheese lagi. Mereka merasa nyaman di tempat yang sama, melakukan hal yang sama setiap hari.. sampai suatu hari kedua tikus, Sniff dan Scurry menyadari bahwa persediaan cheese di gudang C tinggal sedikit dan sudah mulai rusak tak bisa dimakan. Mereka baru sadar bahwa mereka terlena di zona nyaman. Saat itu juga Sniff dan Scurry sepakat untuk segera mencari cheese yang lain. Keduanya kembali berlari, berpacu.. mengandalkan penciuman mereka.. keluar masuk Labirin, tersandung.. menubruk batu, tersesat.. tapi mereka pantang menyerah pada tantangan.. teruuus berlari dan menemukan cheese di berbagai tempat. Ada yang hanya cukup dimakan saat itu.. ada cheese yang lezat.. dan cheese di berbagai sudut labirin.. selain itu mereka menemukan gudang cheese N, K, D, dan lain-lain dari semangat mereka mengeksplor Labirin. Di saat yang sama, dua kurcaci Hem dan Haw juga terkejut ketika datang ke gudang C menemukan gudang telah kosong. Hem sampai berteriak.. "Who moved my cheese?" .. mereka berdua panik.. tak ada lagi yang bisa dimakan. Keduanya .. karena merasa lebih pintar dari kedua tikus dan memiliki pikiran yang lebih rumit.. sibuk membuat analisa-analisa pasti ada yang memindahkan cheese yang mereka miliki.. merekapun berpendapat bahwa cheese yang mereka miliki akan segera dikembalikan kepada mereka. Mereka tidak melakukan upaya lain.. selain terus menganalisa seseorang pasti akan memindahkan kembali cheese ke gudang C, hingga mereka lelah dan semakin kelaparan. Setelah beberapa saat, Haw menyadari.. perbedaan antara sekedar beraktifitas dan berproduksi. Haw juga sadar.. ada yang telah berubah dan menyampaikan kepada Hem.. "Lihat lah diri kita, kita melakukan hal yang sama terus-menerus dan bertanya mengapa keadaan tidak menjadi lebih baik? Pasti ada yang salah Hem.. kita harus melakukan sesuatu!" Haw berpikir betapa rumitnya jika mereka harus berlari keluar masuk labirin untuk mencari cheese yang lain.. tantangan yang dihadapi sangat rumit.. resiko tersesat dan lain-lain.. tapi keadaan memaksanya. Dia mulai mengenakan sepatu jogging nya lagi dan segera ingin melakukan sesuatu. Hem yang masih terlena bertanya.. "kamu serius mau keluar masuk labirin.lagi?" Haw menjawab, "Hem.. kadangkala sesuatu tak lagi sama! Itulah hidup.. terus bergulir! Kalau kita tak berubah, kita akan punah!" Mengapa kita tidak bangkit dan menyadari dan mencari cheese lain lebih awal?" Akhirnya Haw meninggalkan Hem dan mulai melangkah. Ia menyadari ada rasa takut akan gagal menemukan cheese yang lain.. rasa takut penting juga. Saat merasakan ketakutan akan lebih buruk jika tidak melakukan apa pun, sehingga itu menjadi dorongan untuk kita melakukan sesuatu. Sebaliknya jika terlalu takut seperti Hem .. tidak akan berguna, ketakutan yang berlebihan membuat orang tidak berani melakukan apa-apa untuk memperbaiki keadaan. Lalu.., apa yang dapat kita tarik dari cerita keempat makhluk dari Labirin itu? Begitulah situasi Perum BULOG saat ini.. perusahaan kehilangan hampir 22 T dari penghasilan rutin yang diterima karena kebijakan pemerintah menggantikan program Rastra dengan bantuan tunai. Mana cheese mu? Rastra kah? BPNT ? Atau menghidupkan komersial dengan channel-channel distribusi lainnya.. RPK, Horeka, Distributor. Menghidupkan rantai nilai (value chain) yaitu rangkaian kegiatan yang dilakukan suatu perusahaan untuk menghasilkan produk atau jasa. Konsep ini dipopulerkan oleh Michael Porter pada buku Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance (1985). Ambil posisi.., yang manakah kita? Jadi seperti Sniff dan Scurry? Atau Haw yang terlambat bergerak? Atau seperti Hem yang terus sibuk menganalisa dan berpikir bahwa suatu saat niscaya Rastra akan kembali ke tangan BULOG? Teman-temanku.. BULOG terlalu besar untuk sekedar menangani Rastra.. dan kegiatan sekedar menjadi panitia dalam kegiatan sesaat.. meminjam istilah Kang Rendy yang memberi insprasi dalam menyambut HUT ke-50.. Setelah Kang Rendy, ada Pak Rhenald Kasali yang juga mengingatkan kita persis seperti cerita keempat makhluk dalam buku Who moved my cheese. "Perubahan adalah keniscayaan dan hanya orang gila yang berputar-putar mengulangi kegiatan yang sama.. lalu bertanya mengapa kita tetap pada situasi yang sama?" Akankah nasihat-nasihat ini menjadi sekedar nasihat .. masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan? Ambil posisimu segera, lakukan sesuatu.. secepatnya.. sesuatu yang bisa berbuah hasil.. sambil menyusun strategi langkah jangka panjang menuju Perusahaan Pangan yang handal. Selamat HUT ke-50 Mana cheese mu? Disadur dari Buku "Who Moved My Cheese" Jatiranggon, 14 Mei 2017 Sri Istiqamah - Divisi PBI Hilir Subdivisi Pelayanan Bisnis HilirBeberapa pekan lalu di awal bulan Mei 2017, saya mampir masuk Gramedia setelah menemani anak-anak nonton film Kartini. Filmnya sangat menginspirasi, mengingatkan saya bahwa buku… selain jendela ke dunia bebas.. jg merupakan sumber ide. Rutinitas membuat saya agak malas membaca beberapa waktu belakangan ini.

Satu buku di barisan Best Seller .., judulnya menarik perhatian saya.. “Who moved my cheese” .. setelah membaca cepat beberapa ulasan ttg buku itu. Ternyata isinya sangat tepat dengan situasi yg sedang dihadapi Perum BULOG ~ Perubahan!

Who moved my cheese .. sebuah buku karya Spencer Johnson, M.D. dari sekian banyak buku-bukunya yang menginspirasi. Buku ini mengungkap keniscayaan tentang perubahan, apakah perubahan dalam kehidupan kita atau dalam sebuah perusahaan.

Dalam buku ini ada empat tokoh yang hidup dalam satu Labirin, yaitu dua ekor tikus, Sniff dan Scurry.. serta dua kurcaci, Hem dan Haw. Dari hari ke hari keempat makhluk ini hidup dari cheese yang mereka temukan di lorong-lorong Labirin.. dua ekor tikus menyukai cheese berlubang-lubang sederhana, sdgkan dua kurcaci karena mereka menggunakan otak mereka yg rumit, penuh dengan berbagai keyakinan dan emosi.. maka mencari cheese yg menurut mereka lbh nikmat dan membawa kebahagiaan bagi mereka.

Bagi ke-empat makhluk itu , cheese adalah sesuatu yang mewakili kebutuhan mereka, dan Labirin adalah tempat mencari kebutuhan hidup. Setiap hari.. mereka bangun pagi, mengenakan sepatu jogging dan siap untuk berpacu mencari cheese yang mereka inginkan. Mereka berlari dan berlari.. berupaya keras, untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Sampai akhirnya di satu waktu mereka menemukan suatu tempat penuh dengan cheese berlimpah. Berhari-hari mereka kembali ke tempat yang sama, sebut saja tempat tersebut adalah gudang C, karena merasa kebutuhannya sudah tercukupi mereka akhirnya menggantung sepatu jogging, tak mau bersusah-susah berlari lagi untuk mencari cheese lagi.

Mereka merasa nyaman di tempat yang sama, melakukan hal yang sama setiap hari.. sampai suatu hari kedua tikus, Sniff dan Scurry menyadari bahwa persediaan cheese di gudang C tinggal sedikit dan sudah mulai rusak tak bisa dimakan. Mereka baru sadar bahwa mereka terlena di zona nyaman. Saat itu juga Sniff dan Scurry sepakat untuk segera mencari cheese yang lain. Keduanya kembali berlari, berpacu.. mengandalkan penciuman mereka.. keluar masuk Labirin, tersandung.. menubruk batu, tersesat.. tapi mereka pantang menyerah pada tantangan.. teruuus berlari dan menemukan cheese di berbagai tempat. Ada yang hanya cukup dimakan saat itu.. ada cheese yang lezat.. dan cheese di berbagai sudut labirin.. selain itu mereka menemukan gudang cheese N, K, D, dan lain-lain dari semangat mereka mengeksplor Labirin.

Di saat yang sama, dua kurcaci Hem dan Haw juga terkejut ketika datang ke gudang C menemukan gudang telah kosong. Hem sampai berteriak.. “Who moved my cheese?” .. mereka berdua panik.. tak ada lagi yang bisa dimakan. Keduanya .. karena merasa lebih pintar dari kedua tikus dan memiliki pikiran yang lebih rumit.. sibuk membuat analisa-analisa pasti ada yang memindahkan cheese yang mereka miliki.. merekapun berpendapat bahwa cheese yang mereka miliki akan segera dikembalikan kepada mereka.

Mereka tidak melakukan upaya lain.. selain terus menganalisa seseorang pasti akan memindahkan kembali cheese ke gudang C, hingga mereka lelah dan semakin kelaparan.

Setelah beberapa saat, Haw menyadari.. perbedaan antara sekedar beraktifitas dan berproduksi. Haw juga sadar.. ada yang telah berubah dan menyampaikan kepada Hem.. “Lihat lah diri kita, kita melakukan hal yang sama terus-menerus dan bertanya mengapa keadaan tidak menjadi lebih baik? Pasti ada yang salah Hem.. kita harus melakukan sesuatu!”

Haw berpikir betapa rumitnya jika mereka harus berlari keluar masuk labirin untuk mencari cheese yang lain.. tantangan yang dihadapi sangat rumit.. resiko tersesat dan lain-lain.. tapi keadaan memaksanya. Dia mulai mengenakan sepatu jogging nya lagi dan segera ingin melakukan sesuatu.

Hem yang masih terlena bertanya.. “kamu serius mau keluar masuk labirin.lagi?”
Haw menjawab, “Hem.. kadangkala sesuatu tak lagi sama! Itulah hidup.. terus bergulir! Kalau kita tak berubah, kita akan punah!” Mengapa kita tidak bangkit dan menyadari dan mencari cheese lain lebih awal?”

Akhirnya Haw meninggalkan Hem dan mulai melangkah. Ia menyadari ada rasa takut akan gagal menemukan cheese yang lain.. rasa takut penting juga. Saat merasakan ketakutan akan lebih buruk jika tidak melakukan apa pun, sehingga itu menjadi dorongan untuk kita melakukan sesuatu. Sebaliknya jika terlalu takut seperti Hem .. tidak akan berguna, ketakutan yang berlebihan membuat orang tidak berani melakukan apa-apa untuk memperbaiki keadaan.

Lalu.., apa yang dapat kita tarik dari cerita keempat makhluk dari Labirin itu? Begitulah situasi Perum BULOG saat ini.. perusahaan kehilangan penghasilan rutin yang diterima karena kebijakan pemerintah menggantikan program Rastra dengan bantuan tunai.

Mana cheese mu? Rastra kah? BPNT ? Atau menghidupkan komersial dengan channel-channel distribusi lainnya.. RPK, Horeka, Distributor.

Menghidupkan rantai nilai (value chain) yaitu rangkaian kegiatan yang dilakukan suatu perusahaan untuk menghasilkan produk atau jasa. Konsep ini dipopulerkan oleh Michael Porter pada buku Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance (1985).

Ambil posisi.., yang manakah kita? Jadi seperti Sniff dan Scurry? Atau Haw yang terlambat bergerak? Atau seperti Hem yang terus sibuk menganalisa dan berpikir bahwa suatu saat niscaya Rastra akan kembali ke tangan BULOG?

Teman-temanku.. BULOG terlalu besar untuk sekedar menangani Rastra.. dan kegiatan sekedar menjadi panitia dalam kegiatan sesaat.. meminjam istilah Kang Rendy yang memberi insprasi dalam menyambut HUT ke-50.. Setelah Kang Rendy, ada Pak Rhenald Kasali yang juga mengingatkan kita persis seperti cerita keempat makhluk dalam buku Who moved my cheese. “Perubahan adalah keniscayaan dan hanya orang gila yang berputar-putar mengulangi kegiatan yang sama.. lalu bertanya mengapa kita tetap pada situasi yang sama?”

Akankah nasihat-nasihat ini menjadi sekedar nasihat .. masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan?

Ambil posisimu segera, lakukan sesuatu.. secepatnya.. sesuatu yang bisa berbuah hasil.. sambil menyusun strategi langkah jangka panjang menuju Perusahaan Pangan yang handal.

Selamat HUT ke-50
Mana cheese mu?
Disadur dari Buku “Who Moved My Cheese”

Jatiranggon, 14 Mei 2017
Sri Istiqamah – Divisi PBI Hilir
Subdivisi Pelayanan Bisnis Hilir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *