bulog pinrang satgas pangan

Penyerapan Beras di BULOG Pinrang Belum Capai Target, Apa Masalahnya?

Posted on

Penyerapan beras di Badan Urusan Logistik (BULOG) Kabupaten Pinrang belum memenuhi target.

Penyerapan beras petani ke BULOG, belum maksimal setelah panen periode Maret – September. Hingga Rabu (27/09/2017) kemarin, baru 36 ribu ton beras milik petani Pinrang yang masuk ke BULOG. Padahal potensinya besar, yang masuk dan dibeli oleh pemerintah bisa mencapai 62 ribu ton.

“Itu artinya baru bekisar 60 persen,”kata Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Pinrang Arwan Taufik.

Kepala Kantor Seksi Logistik Pinrang, Sub Divisi Regional Parepare Arwan Taufik mengatakan, petani Pinrang masih lebih banyak menjual gabah hasil panennya di penggilingan liar dan diluar kabupaten, karena harga eceran untuk gabahnya lebih besar, ketimbang pabrik di Pinrang.

“Pernyataan pelarangan menjual beras Pinrang ke daerah lain, telah ditegaskan Tim Satgas Pangan. Karena gabah kita banyak keluar, otomatis kami juga akan kesulitan mendapat beras penggilingan di Pinrang. Apalagi mereka yang beli harga gabah cukup besar, pasti menjualnya juga agak mahal,” kata Arwan.

Untuk itu, pihaknya berencana mengundang beberapa kelompok tani dan pengusaha penggilingan padi, untuk menggelar pertemuan di Polres Pinrang dan membahas masalah tersebut.

Baca juga : SATGAS Pangan dan Dilema BULOG

Arwan mengaku, saat ini beberapa daerah lain serapan beras petani sudah mencapai 70 persen. Sementara Pinrang masih 60 persen, padahal daerah ini menjadi salah satu lumbung BULOG.

“Pinrang itu lumbung padi. Ironis ketika BULOG tak memenuhi target yang ditentukan,” ucap Arwan.

Ia menambahkan, target penyerapan itu diupayakan sudah mencapai 80 persen pada Oktober 2017 mendatang.

“Tentunya mengupayakan 100 persen hingga Desember 2017,” kata Arwan.

Sumber berita : makassar.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *