RASTRA Diganti Bantuan Pangan Non Tunai, Hemat Rp 3,9 T

Posted on

Dalam Rapat Kerja bersama dengan Komisi IV DPR RI, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mendapatkan pertanyaan soal pendistribusian Beras Sejahtera (Rastra). Sebab dikabarkan penyaluran Rastra disetop selama 6 bulan.

Amran menjawab, pemerintah memang sengaja menahan penyaluran beras untuk masyarakat tidak mampu itu pada beberapa bulan ke belakang untuk menyelamatkan para petani. Sebab pada periode Januari beras terjadi deflasi.

Baca juga : BPNT di Tengah Pusaran Mafia Pangan

“Deflasi ini besar, kalau Rastra mengalir sejak Januari petani ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga,” terangnya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Selama periode tersebut, kata Amran pemerintah menggantinya dengan menyalurkan bantuan tunai melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Justru menurutnya hal itu menimbulkan efisiensi hingga Rp 3,9 triliun. Sebab biaya pendistribusian Rasta yang dikeluarkan BULOG cukup besar.

“Memang betul, jadi ada rumusan di semua daerah lumbung padi yang besar seperti Jawa Barat, Sumsel dan lain-lain langsung diberikan tunai diberikan. Pertimbangannya bisa hemat operasional Rp 3,9 triliun. Karena ada biaya pengangkutan, gudang, bongkar muat. Kalau diberikan tunai mereka juga bisa beli beras yang lebih murah,” terangnya.

Kendati begitu, Amran mengaku, pemerintah telah kembali menyalurkan Rastra pada Mei 2017. Menurut catatannya hingga saat ini sudah tersalurkan Rastra sebanyak 700 ribu ton.

Ke depan kata Amran, penyaluran Rastra akan dipilih berdasarkan wilayah. Untuk wilayah lumbung padi akan disalurkan secara tunai, sedangkan untuk daerah yang defisit beras akan disalurkan berupa Rastra.

Sumber berita : detikcom

One thought on “RASTRA Diganti Bantuan Pangan Non Tunai, Hemat Rp 3,9 T

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *