Serapan BULOG Kecil Jadi Alasan Pemerintah Tambah Impor Beras 500.000 Ton

“Makanya kita perhatikan seperti apa perkembangan harga, seperti apa perkembangan produksi, kita tidak akan lakukan itu, kalau itu akan membuat harga jatuh terlalu jauh,” tegas Menko¬†Darmin.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan pihaknya optimistis impor beras dapat berdampak pada penguatan stok dan stabilisasi harga beras di pasaran. “Harus yakin (bisa menurunkan harga). Kita memonitor, tim sampai satgas pangan ke pasar untuk lihat hasilnya bagaimana,” ungkapnya.

Oke mengatakan bahwa pihaknya pun telah mengantongi rekomendasi impor dari Kementerian Pertanian. “(Keputusan impor beras dibahas saat) Rakor ya jadi semua pihak (termasuk Kementan) ada di situ,” jelas Oke.

Lebih jauh dia mengatakan izin impor pun telah dilayangkan ke Bulog. Terkait proses impor, termasuk dari negara mana saja impor beras dilakukan, sepenuhnya wewenang Bulog.

“(Izin impor beras) sudah sampai di mereka (Bulog). Realisasi kapan tanya Bulog. Sebelum bulan Juli harus sudah selesai. Persetujuan impornya dibatasi sampai akhir bulan Juli. Ada dari Myanmar. Soal dari mananya terserah Bulog,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membenarkan adanya tambahan importasi beras sebanyak 500.000 ton yang didatangkan dari Vietnam dan Thailand, yang diputuskan dalam Rapat Koordinasi di Kantor Menteri Koordinator Perekonomian. “Iya, betul. Itu pemasukan April hingga Juli 2018,” kata Mendag Enggar.

Pada awal 2018, pemerintah juga telah memutuskan untuk mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand sebanyak 500.000 ton untuk memperkuat stok pemerintah dan menekan harga komoditas tersebut yang pada saat itu mencapai Rp 13.000 per kilogram Stok Perum Bulog pada 14 Mei 2018 tercatat sebanyak 1.262.782 ton.

Sebanyak 453.787 ton merupakan beras asal impor dan stok komersial sebanyak 106.186 ton. Sementara sisanya merupakan hasil dari serapan Perum Bulog sejak awal 2018.

Sumber : Merdeka.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*