gabah beras bulog

Serapan Gabah BULOG Jauh dari Target

Posted on

Hingga Agustus 2017, Perum Bulog sudah mencatat penyerapan beras/gabah sebesar 1,7 juta ton. Angka ini masih jauh dari target yang ditetapkan diawal tahun sebanyak 3,7 juta ton. Pembagiannya, 3,2 juta ton untuk kewajiban pelayanan publik (PSO), sementara 500.000 ton untuk komersial.

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh menyebut, saat ini penyerapan gabah/beras Bulog sudah berjalan normal atau berada pada angka 10.000 – 11.000 ton per hari. Meski begitu, ia tidak menampik bahwa ada kemungkinan perubahan target serapan hingga akhir tahun.

“Kalau pun ada perubahan target sesuai kondisi lapangan, bila semula 3,7 juta menjadi 2,3 atau 2,5 juta ton hingga akhir tahun,” ujarnya.

Untuk mengejar target, menurut Tri, pihaknya akan memaksimalkan serapan dengan menjemput bola ke mitra-mitra, serta ke kelompok tani.

Baca juga : Melempemnya Pengadaan Beras BULOG

Sementara Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas menilai, Bulog akan kesulitan mencapai target yang telah ditetapkan hingga akhir tahun.

“Kalau kita bicara realitas yang ada, pencapaian itu akan sulit. Kan 1,7 juta ton sampai Agustus, berarti Bulog perlu menyerap 1,5 juta ton lagi. Sementara, saat ini harga gabah di tingkat petani sudah jauh lebih tinggi dibandingkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP),” tutur Dwi.

Menurut Andreas, salah satu upaya yang bisa dilakukan Bulog untuk dapat menyerap gabah/beras adalah dengan menaikkan harga pembelian pemerintah.

Namun, walaupun Bulog menaikkan harga pembeliannya hingga 10% dari HPP yang ditetapkan, penyerapan ini masih sulit dilakukan mengingat saat ini Indonesia tengah mengalami musim paceklik.

Harga pembelian untuk gabah kering panen pun sudah mencapai Rp 4.000 hingga Rp 4.500 per kg.

Menurut Dwi, pemerintah harus cermat menghitung stok beras yang ada. Pasalnya, bila terjadi kekeliruan maka harga beras akan terus menanjak. Untuk mengoreksi kenaikan harga ini dibutuhkan waktu yang lama pula.

“Sekarang ini sudah terjadi gerakan harga ke atas, padahal harga beras saat ini sudah sangat tinggi. Bertahan tinggi saja, walau tidak naik kita sudah bertanya-tanya pada stok beras di Indonesia, apalagi kalau sampai meningkat. Karena itu pemerintah perlu memperhitungkan stok beras dengan cermat supata tidak mengulang kesalahan yang sama,” tandasnya.

Sumber berita https://fajarsumatera.co.id/index.php/2017/08/30/serapan-gabah-bulog-jauh-dari-target/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *