Stok Beras Pemerintah Berkurang, Kementan Tak Ingin Salahkan BULOG

bkp kementan agung

Hasil mediasi yang dilakukan Agung, telah menghasilkan komitmen kesepakatan kontrak penjualan beras oleh pengusaha penggilingan padi kepada Bulog, sehingga gudang bulog bisa segera terisi.

Menurut Agung, mumpung sedang panen raya, bulog harus proaktif untuk melakukan kontrak pembelian, sehingga gudang bulog cepat terisi,” kata Agung.

Disisi lain, Agung juga meminta mitra Bulog, khususnya pengusaha penggilingan padi agar menjual sebagian berasnya kepada bulog.

“Demi cadangan pangan pemerintah, dan semangatnya ini membantu, saya minta para pengusaha mau menjual berasnya kepada bulog,” ujar Agung.

Dijelaskan Agung, jika cadangan pangan pemerintah lemah, dikhawatirkan akan terjadi lagi impor, sehingga bisa merusak pasar dan merugikan pengusaha penggilingan padi.

“Dalam jangka panjang, kalau kita impor terus, ketergantungan kita pun akan semakin tinggi dan nantinya petani tidak bergairah menanam padi. Ini kan bahaya,” kata Agung.

Berdasarkan prognosa, produksi beras Sumatera Selatan sebanyak 3 juta ton, dan untuk konsumsi sekitar 1 juta ton, sehingga surplus sekitar 2 juta ton, yang didistribusikan kedaerah sekitarnya dan sebagian ke pulau Jawa.

Untuk mengoptimalkan serapan gabah petani dan mengisi cadangan beras pemerintah, perlu sinergitas yang baik antara pihak-pihak terkait.

Dalam kunjungan ini Kepala BKP didampingi Divre Bulog yang diwakili Bagian Pengadaan, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi dan BPTP dan PJ Upsus Provinsi Sumatera Selatan.

Sumber berita : monitor.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*