petani beras bulog

Voucher Pangan Berpotensi Tekan Harga Petani

Posted on

Pemerintah perlu menyiapkan kebijakan antisipasi untuk melindungi petani pasca penerapan voucher pangan. Wacananya, pemerintah akan menerapkan transformasi bantuan Raskin ke Voucher Pangan secara penuh per 1 Juli, yang hingga kini masih dirapatkan di tingkat menteri.

Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia Bayu Krisnamurti menyampaikan pemerintah perlu menyiapkan kebijakan untuk mengantisipasi sejumlah implikasi yang mungkin terjadi pasca penerapan transformasi kebijakan dari Raskin ke voucher pangan.

“Stok BULOG hingga akhir tahun masih ada 1,2 juta ton yang nilainya setara Rp9 triliun. Ini akan diapakan,” tuturnya ditemui usai Focus Group Discusion Antisipasi Penerapan Kebijakan raskin (Beras Sejahtera) Sistem Tunai di Jakarta, Senin (29/5).

Baca Juga : Antara Voucher Pangan, Rastra dan BULOG

Antisipasi lain yang perlu disiapkan yakni ketika memasuki musim kemarau. Dimana, pada musim paceklik, kecenderungan harga akan naik. Bayu menyampaikan tanpa adanya raskin, maka masyarakat berpendapatan rendah akan masuk ke pasar dan menciptakan permintaan baru, yang selama ini dipasok oleh BULOG. Permintaan tersebut akan berakibat tekanan terhadap harga.

Di sisi lain, program peningkatan produksi yang didorong oleh pemerintah melalui program Pajale, akan berakibat pada peningkatan pasokan, sehingga terjadi surplus di tingkat petani yang dapat menekan harga ke bawah.

“Tadinya dua ini (stabilisasi harga dan perlindungan petani) mekanismenya lewat BULOG dengan operasi pasar dan pengadaan beras. Tapi dengan kebijakan ini, belum jelas bagaimana mengatasinya,” imbuhnya

Sumber berita : Industri Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *