Akurasi Data Stok Pangan Masih Rendah

Tata kelola pangan yang baik bergantung pada ketersediaan data produksi dan stok pangan yang akurat. Data produksi penting sebagai dasar pengambilan kebijakan sehingga dampaknya terasa oleh masyarakat.

Meskipun demikian, pengamat pertanian Khudori menilai bahwa data stok pangan yang telah menyebar ke masyarakat memiliki tingkat validitas yang rendah, khususnya swasta dan masyarakat.

Menurutnya, hal ini yang menyebabkan gejolak harga pangan masih terus terjadi akibat kesalahan kebijakan yang bersumber data yang tidak akurat.

“Data stok yang terbuka ke publik kan cuma beras yang ada di BULOG. Untuk data yang pangan di masyarakat tidak ada yang punya,” ujar Khudori.

Sebelumnya, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian telah menjamin bahwa stok pangan jelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 aman.

Diakui juga oleh pemerintah bahwa hingga saat ini Perum BULOG pun masih memiliki stok sebesar 1,1 juta ton.

Selain komoditi beras BULOG juga memiliki stok untuk komoditas pangan lainnya. Stok daging kerbau beku sebanyak 18.000 ton, di mana masih ada 6.000 yang masih dalam proses pengiriman.

Gula sebanyak 413.000 ton, jagung 29.596 ton, daging sapi 17 ton, minyak goreng 1,04 juta liter, dan bawang merah 42 ton serta bawang putih 300 ton.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*