Anggota DPR Beberkan Masalah Pelik BULOG Soal Penyaluran Beras

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN)

Komisi IV DPR RI prihatin pada Perum Bulog atas penugasan menyerap cadangan beras pemerintah (CBP). Di semester I-2020 ini, Perum Bulog ditugaskan menyerap CBP dan mempertahankan posisi stok 1,4 juta ton di gudangnya.

Menurut anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka dari fraksi Demokrat, posisi Bulog sangat memprihatinkan pasalnya harus terus menyerap beras dari petani, namun sulit untuk menyalurkan atau menjualnya ke pasar-pasar.

Sementara, beras yang dibeli Bulog dari petani menggunakan dana pinjaman dari bank yang menggunakan bunga komersil. Menurutnya, jika hal ini terus terjadi maka Bulog terancam kehilangan kemampuan untuk menyerap beras petani.

“Kenapa Bulog dibuat seperti ini? Utamanya pada saat panen tidak mampu membeli hasil panen petani,” kata Suhardi dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Perum Bulog, Kamis (25/6/2020).

Ia mencontohkan, ketika ia hendak membeli 32 ton beras dari Divre Bulog di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pasokan yang tersedia hanya 25 ton. Menurutnya, hal ini menunjukkan rendahnya kemampuan Bulog secara finansial untuk menyerap beras dari petani lebih banyak.

“Bulog hanya mampu mengirimkan 25 ton, saya beli dengan harga Rp 12.500/kg sesuai dengan HET. Sedangkan kebutuhan saya untuk dibagi ke masyarakat 32 ton, saya beli di luar sisanya. Itu menunjukkan memang saat ini sangat lemah kondisi Bulog,” terang dia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*