Antisipasi Kelangkaan, BULOG Siap Salurkan Jagung Impor ke Peternak

jagung impor

Perum Bulog Divisi Regional Daerah Istimewa Yogyakarta siap menyalurkan jagung impor kepada para peternak ayam petelur guna mengantisipasi harga komoditas tersebut, yang tinggi, di pasaran.

Kepala Divre Bulog DIY Akhmad Kholisun di Temanggung, Jateng, Rabu, mengatakan dari 100.000 ton jagung impor, yang masuk Indonesia, Bulog DIY, yang wilayah kerjanya termasuk Kedu dan Banyumas, menargetkan dapat mendistribusikan jagung antara 10.000 hingga 12.500 ton.

“Pada bulan November, Desember, Januari, kemungkinan sampai Februari, di mana stok jagung di peternak semakin menipis. Bulog selaku lembaga pemerintah berupaya untuk menyediakan jagung melalui impor,” katanya usai sosialisasi mekanisme penyaluran jagung impor dari Bulog kepada puluhan peternak ayam petelur yang difasilitasi Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Temanggung.

Ia menuturkan pada Desember 2018 akan masuk jagung impor sebesar 100.000 ton dan akan segera diedarkan kepada para peternak ayam petelur yang membutuhkan jagung.

Ia mengatakan permintaan jagung untuk pakan ternak tersebut hampir menyeluruh di daerah yang merupakan sentra peternak ayam petelur.

“Tidak hanya di Temanggung tetapi juga untuk daerah lain, baik Banyumas maupun DIY ada permintaan yang cukup besar,” katanya.

Ia menyebutkan nantinya peternak dapat membeli jagung di gudang Bulog Rp4.000 per kilogram dan biaya transportasi ditanggung peternak.

Kabid Peternakan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Temanggung Entargo Yutri Wardono mengatakan jagung untuk pakan ternak sekarang memang langka, sehingga pihaknya menggandeng Bulog untuk melakukan sosialisasi mekanisme penyaluran jagung impor dari Bulog kepada para peternak.

“Nantinya, selektif dan ada syarat khusus untuk bisa mendapatkan jagung impor tersebut. Peternak dapat jagung tersebut dengan harga murah, di bawah harga jagung di pasaran saat ini,” katanya.

Peternak ayam petelur asal Parakan, Temanggung, Hendy Rick Tjuwita menuturkan harga jagung akhir-akhir ini melambung karena saat ini memasuki masa paceklik jagung.

“Harga jagung normal sebelumnya Rp3.500 per kilogram, namun dalam tiga bulan terakhir terus naik dan kini mencapai Rp5.800 per kilogram,” katanya.

Sumber :
https://jateng.antaranews.com/berita/206579/antisipasi-kelangkaan-bulog-siap-salurkan-jagung-impor-ke-peternak

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*