Atasi Defisit Beras, BULOG Lakukan Manajemen Stok

beras bulog

Presiden Joko Widodo meminta seluruh jajaran menteri harus segera melakukan langkah antisipasi untuk memenuhi kebutuhan pokok bagi rakyat Indonesia. Pasalnya berdasarkan laporan yang diterimanya, sudah ada beberapa daerah yang mengalami defisit pangan di tengah pandemi Covid-19. Antara lain stok beras defisit di tujuh provinsi, ada 11 provinsi yang mengalami defisit stok jagung, lalu 23 provinsi mengalami defisit stok cabe besar.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi menyampaikan, defisit beras seperti yang disampaikan Presiden Jokowi terjadi di provinsi-provinsi yang bukan merupakan sentra produksi beras. Defisit tersebut dilihat dari neraca beras per provinsi yang dilihat dari ketersediaan stok beras di masyarakat, pedagang, penggilingan, dan stok pemerintah di gudang Bulog.

“Untuk mengatasi provinsi yang defisit beras, Bulog melakukan manajemen stok dengan menyebarkan stok dari daerah surplus melalui movement nasional,” kata Tri Wahyudi kepada Beritasatu.com, Selasa (28/4/2020).

Terkait kebutuhan impor untuk mengatasi defisit, Tri mengatakan mekanisme impor sudah pasti ada perhitungannya dengan melihat aspek produksi, konsumsi, dan ketersediaan. Namun saat ini fokus Bulog adalah meyerap hasil panen.

“Saat ini beberapa sentra produksi sedang panen. Bulog saat ini juga tengah melaksanakan penyerapan gabah dan beras sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang diatur dalam Permendag Nomor 24 Tahun 2020,” jelas Tri.

Stok 6,3 Juta Ton

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, stok beras secara nasional saat ini mencapai 6,3 juta ton. Untuk provinsi yang masih terbatas stok berasnya, Airlangga juga menyampaikan Perum Bulog akan memasok tok beras ke daerah-daerah tersebut. Begitu juga dengan komoditas pangan lainnya.

“Untuk stok beras ada 6,3 juta, dan tentunya bagi provinsi yang terbatas nanti Perum Bulog akan memasok stok tersebut. Demikian pula untuk jagung, ada stok nasional 1,4 juta ton, stok cabai besar ada 12.641 ton, cabai rawit ada rawit 26.353 ton, bawang merah 1,307 juta ton, kemudian telur ayam ada 46.413 ton, daging ayam ada 154.763 ton, daging sapi ada 133.944 ton. Untuk bawang putih, izin untuk impornya sudah cukup besar, namun realisainya masih 72.400 ton, sehingga masih ada barang yang masuk di akhir bulan ini dan diharapkan jumlahnya akan semakin meningkat di pasar. Di Temanggung juga sudah panen, sehingga nantinya akan ada distribusi dari daerah yang panen ke daerah yang kekurangan stok,” kata Airlangga dalam konferensi pers virtual usai mengikuti Ratas dengan Presiden Joko Widodo, Selasa (28/4/2020).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*