atm beras

ATM Beras: Sejarah, Cara Kerja, Harga serta Dimana Mendapatkannya

ATM atau Automatic Teler Machine  atau dalam Bahasa Indonesia disebut Anjungan Tunai Mandiri, tentunya bukanlah hal yang asing bagi kita. Sebab mesin ATM sudah bisa kita jumpai di mana-mana. Itu untuk ATM uang. Sebuah mesin yang mengeluarkan uang. Namun bagaimana dengan mesin ATM yang mengeluarkan beras?

ATM Beras atau Anjungan Terima Mandiri Beras adalah innovasi karya anak bangsa yang ditujukan untuk mempermudah penyaluran beras. Dengan adanya ATM Beras penyaluran beras baik berupa bantuan sosial maupun penjualan bisa dilakukan lebih efesien dan dilakukan secara otomatis.

Jika biasanya penyaluran bantuan sembako dibagikan secara konvensional yang mengakibatkan kerumunan warga, dengan ATM Beras hal ini bisa dihindari.

Sejarah ATM Beras

ATM Beras tercipta dari kegelisahan Bapak Budhi Aji, seorang alumni Teknik Elektro ITB (Institut Teknologi Bandung) tahun 1980. Ketika menonton berita di televisi banyak kaum duafa dari anak-anak hingga kaum lansia  yang rela berdesakan saat ada pembagian sembako.

Mereka saling berebutan karena takut tidak kebagian jatah sembako yang sangat mereka butuhkan. Akibatnya, sering ada korban jatuh atau terhimpit, bahkan ada yang meninggal dunia.

Batinnya bergejolak melihat orang miskin yang malah menjadi semakin susah. Seakan bertaruh nyawa hanya demi satu atau dua liter beras saja. Hal ini menjadi keresahan bagi Bapak Budhi Aji.

Akhirnya, ide ATM Beras pun terpikirkan olehnya dengan harapan setiap ada pembagian sembako, terutama beras, bisa berjalan dengan tertib. Jika pembagian beras sudah bisa tertib, tentu bisa menghindari berdesakan dan jatuhnya korban seperti yang sudah terjadi selama ini.

Bapak Budhi Aji kemudian mendiskusikan konsep ATM Beras kepada teman satu alumninya. Peraih gelar Master in Business Administration dari Pamantasan Ng Lungsod Ng Maynila, Filipina pada tahun 1997 itu menjelaskan bahwa, dirinya memerlukan waktu dua tahun untuk belajar dan riset demi mewujudkan ide tersebut.

Proyek ATM Beras ini dikerjakan benar-benar dari nol. Tantangan yang dihadapi Bapak Budhi Aji dan teamnya cukup berat, dari mulai perancangan design hingga pemilihan bahan. Belum lagi harus tetap menahan mental supaya senantiasa optimis mendengar ejekan dari orang soal konsep ATM beras ini.

Baca Juga :  BPS Pakai Metode Ini untuk Data Produksi Padi

Berkat kesabaran dan kerja keras team dalam risetnya, pada tahun 2016 prototype ATM beras pun bisa dirampungkan. Riset yang biayanya mencapai ratusan juta ini, akhirnya terwujud dalam prototype awalnya yang terbuat dari bahan triplek dengan cat hitam.

Dalam pengelolaannya, ATM Beras dikelola Bapak Budhi Aji bersama rekan-rekan alumninya di bawah sebuah perusahaan yang dinamai PT. Megatron Empat Sekawan (MES)

Pada tanggal 20 November 2016, mesin ini juga sudah mulai dimanfaatkan di Bandung, tepatnya di Masjid Salman ITB. Menurut pengurus Masjid Salman ITB, Rumah Amal Masjid Salman ITB memiliki kegiatan rutin berupa amal sembako. Sebelumnya hanya dibagikan secara konvensional. Dengan adanya ATM Beras ini, kegiatan amal sembako menjadi lebih efisien dan bisa lebih tepat sasaran.

Setelah uji coba yang berhasil, PT. Megatron Empat Sekawan mulai membuat mesin yang disebut ATM Beras lebih banyak. Lahirlah ATM Beras yang diberi nama ELBO Smart Rice Dispenser yang mulai diproduksi massal di awal tahun 2017.

Tampilan dan designnya pun lebih elegan dibanding prototypenya. dengan cat abu-abu muda dan biru, sekilas mirip ATM biasa. Berbentuk lemari / kotak dengan ukuran 60cm x 60cm x 160cm.

Cara Kerja ATM Beras

Mesin ini mengusung teknologi Internet of Things untuk pengoperasiannya dan bisa dimasukan beras dengan kapasitas ratusan liter. Cara pengambilan beras dari ATM Beras ini dibuat sesimpel mungkin.

Sebab Bapak Budhi Aji dan teamnya paham bahwa pengguna dari mesin ini banyak orang awam dan lansia yang mungkin masih canggung dengan penggunaan teknologi yang tergolong baru bagi mereka.

Cara kerja mesin ATM Beras sebagai berikut:

  1. Warga yang terdaftar akan diberikan kartu RFID (Radio Frequency Identification), atau bisa juga dengan mengintegrasikan KTP elektronik dan datanya akan disimpan pada database.
  2. Kartu RFID atau KTP Elektronik ditempelkan pada card reader/sensor yang ada pada mesin.
  3. Mesin yang ada pada ATM Beras akan membaca kartu dan mencocokkan informasinya dengan yang ada di database.
  4. Kemudian mesin akan memberikan perintah pada perangkat supaya mengeluarkan beras dengan jumlah sesuai dengan yang tercatat pada database.
Baca Juga :  Industri Beras Butuh Rangsangan Pemerintah

Misalnya, warga A mendapatkan jatah beras sebanyak satu liter dalam satu kali pengambilan yang telah dijadwalkan. Maka, beberapa saat setelah warga A ini menempelkan kartu pada card reader mesin hanya akan akan mengeluarkan beras 1 liter. Dengan kata lain, pemegang kartu akan mendapatkan beras sesuai jatah yang diperuntukan baginya.

Berapa Harga ATM Beras dan Dimana Dapat Membelinya?

Dalam perkembangannya, ATM Beras kini sudah diproduksi secara massal. Jika di awal kehadirannya hanya ada di beberapa lokasi saja, saat ini ATM Beras sudah dipasarkan.

Jadi, jika ada instansi yang ingin memilikinya bisa langsung membeli ke penjual. Bahkan kami melihat saat ini ada pemain-pemain baru yang membuat ATM Beras bukan hanya team dari Bapak Budhi Aji saja.

Dengan mengetahui cara kerja ATM Beras yang cukup simpel ini, pasti banyak instansi yang tertarik untuk memiliki ATM Beras. Supaya setiap program sedekah atau bantuan terutama yang berupa bantuan beras dapat terlaksanakan lebih efektif.

Lalu berapa harga atm beras dan di mana kita dapat membeli ATM Beras?

Sejauh ini, penelusuran kami menemukan bahwa saat ini ATM Beras di pasarkan secara online melalui marketplace-marketplace dalam negeri. Hingga saat ini, kami belum menemukan informasi toko offline dari ATM Beras.

Berikut beberapa kisaran harga ATM Beras yang bisa kita temukan di berbagai marketplace:

  1. ATM Beras Elbo yang merupakanbuatan team Bapak Budhi Aji di bawah bendera PT. Megatron Empat Sekawan, yang mampu menampung beras 240-245 liter dipasarkan dengan harga tiga puluh hingga lima puluh jutaan.
  2. ATM Beras Huzai yang berkapasitas 200kg dibandrol dengan harga 19 jutaan.
  3. Albani menjual ATM Beras dengan kapasitas 150 liter di harga 17 jutaan. Walau kapasitasnya kecil, namun ATM Beras dari PT Albani ini bisa memuat data penerima hingga 5000 penerima.
  4. ATM Beras HUzai dengan kapasitas 100kg dijual dengan harga 11 jutaan.

Jika tertarik untuk membeli ATM Beras ini, haruslah pandai-pandai memilih. Sebaiknya belilah yang kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan instansi kita. Supaya pengeluaran bisa disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga anggaran instansi tidak mubazir atau terbuang begitu saja tanpa memaksimalkan manfaatnya.