Awal Tahun 2019, Harga Serapan Gabah dan Beras Petani Akan Direvisi?

Memasuki penghujung tahun 2018, harga serapan gabah dan beras di tingkat petani masih terbilang rendah. Dampaknya, serapan Perum Bulog juga jadi tidak optimal.

Melihat kondisi ini, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Perum Bulog mewacanakan akan merevisi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 tahun 2015 terkait harga serapan gabah dan beras Bulog di tingkat petani pada awal tahun 2019 mendatang.

“Masih belum final, katanya nanti per 1 Januari 2019. Tapikan belum ada peraturan menterinya. Ini baru wacana, intinya pemerintah harus hadir di situ.

Jadi kalau Bulog tidak bisa menyerap itu kan berarti ada yang salah,” terang Direktur Utama Food Station Cipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi di Jakarta, Senin (3/12).

Baca juga : Ubah Sistem Pembiayaan, Serapan Cadangan Beras Pemerintah Bisa Capai 1,5 Juta Ton

Sebagaimana diketahui, berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2015, harga pembelian pemerintah untuk Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani dipatok sebesar Rp3.700 per kilogram (kg).

GKP di tingkat penggilingan Rp3.750 per kg, dan gabah kering giling (GKG) di tingkat penggilingan Rp4.600 per kg, GKG di gudang Bulog Rp4.650 per kg dan HPP beras di gudang Bulog Rp7.300 per kg.

“Kalau berdasarkan Inpres Nomor 5 tahun 2015 yang belum diperbaiki sampai hari ini, harga serapan beras di tingkat petani Rp7.300 per kg dan gabahnya Rp3.700 per kg,” tambah Arief.

Untuk itu, pihaknya menyarankan pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah ini. Menurutnya, jika kondisi ini dibiarkan berlarut maka serapan gabah dan beras petani oleh Bulog akan terus merosot.

Sumber :
https://life.trubus.id/baca/24047/awal-tahun-2019-harga-serapan-gabah-dan-beras-petani-akan-direvisi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*