Beras Bulog Mulai Didistribusikan Langsung ke Desa

operasi pasar bulog

Perum Bulog mulai mendistribusikan beras langsung ke desa-desa di Jawa Tengah sebagai tindak lanjut nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada akhir Oktober 2018.

Ini merupakan upaya untuk memangkas panjangnya rantai pasok beras medium.

Kepala Bidang Pengadaan Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jateng Ismoyo Dwi Djantoro mengatakan, setelah nota kesepahaman (MOU) dengan Pemprov Jateng, dilakukan juga MOU antara Direktur Pengadaan Bulog dan para kepala desa di Jateng, beberapa waktu lalu.

”Total, sudah ada 435 desa di Jateng yang berkoordinasi dan 34 di antaranya sudah dilakukan realisasi penyaluran beras Bulog,” ujar Ismoyo di sela-sela Rapat Koordinasi Pengamanan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan pada Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Jumat (21/12/2018).

Terkait penyaluran, hingga Jumat, Subdivre Semarang dengan 60 desa terkoordinasi dan 15 di antaranya terealisasi, Subdivre Pati (247 desa terkoordinasi, 5 terealisasi), Subdivre Surakarta (63 terkoordinasi, 6 terealisasi), serta Subdivre Pekalongan (65 terkoordinasi, 8 terealisasi).

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, di sela-sela penandatanganan MOU dengan Pemprov Jateng, di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, pada 22 Oktober, mengatakan, mata rantai pasokan beras medium yang terlalu panjang menyebabkan harga merangkak naik.

Dengan adanya MOU, Bulog dapat menyalurkan langsung ke kepala desa.

”Kami turun ke lapangan, melalui koperasi-koperasi desa, kios-kios desa, bahkan hingga tingkat RT RW.

Dengan demikian, penyebaran distribusi beras medium langsung pada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Budi menambahkan, dengan tersalurkan langsung ke kepala desa, harga tak akan bisa dipermainkan oleh oknum-oknum tengkulak.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*