Budi Waseso Menjaga Marwah Peran BULOG

budi-waseso-buwas

Perum Bulog punya berbagai cara untuk menjaga marwahnya sebagai penjaga kestabilan pangan di negeri ini.

Di tangan komando Budi Waseso, Bulog memiliki berbagai ambisi seperti melakukan ekspor beras, memberantas mafia pangan hingga membesarkan merek beras premium ke rakyat.

Dalam wawancaranya dengan Medcom.id beberapa waktu lalu, Buwas, sapaan akrabnya, sebagai Direktur Utama Bulog, menjelaskan berbagai strategi untuk melaksanakan hal di atas.

Strategi ini tak lain untuk membuat Bulog menjadi lembaga yang terbebas dari kepentingan segelintir kelompok.

“Bulog harus berpihak kepada rakyat,” begitulah kata Buwas mengawali wawancaranya. Berikut petikannya:

Bagaimana strategi Bulog untuk menjaga stok beras?

Kita ada sistem pengawasan, setiap tiga bulan itu kita rawat. Kita lakukan fumigasi untuk mengecek kalau ada kutu kita matikan dengan teknologi itu.

Hal itu menjamin kualitas beras akan lebih baik. Seandainya ada tekanan, maka ada skema rice to rice. Setelah kita tarik beras yang ada, kita masukkan dia ke dalam mesin sehingga jadi terpisah (yang benar dan rusak). Hal ini akan menghancurkan beras yang terlalu lama mengendap. Jadi terpisah.

Jadi potensi beras yang rusak semakin kecil?

Oh enggak..ada yang rusak 2.000 ton sudah dikarantina. Sudah ada keputusannya dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bisa dimusnahkan.

Kalau sistem di Bulog, ini di gudang diawasi tim secara terus menerus. Kalau yang kualitas rendah enggak bertahan lama, nanti akan kita sisihkan. Karena itu nanti bisa berubah menjadi bau dan dipenuhi kutu-kutu.

Bagaimana dengan harga pokok produsen (HPP) Perpres yang lebih rendah dari harga pasaran, apa langkah Bulog?

Bulog membeli beras di atas HPP untuk beras komersial. Kalau CBP kita terikat. Maka kita tetap berpihak kepada petani, kita tetap beli beras saat panen raya.

Bilamana harga turun kita beli di HPP. HPP Rp4.020 per kilogram (kg), umpama harga Rp3.800 per kg di pasar, kita beli diharga HPP. Kita jadikan cadangan beras pemerintah.

Kita menyerap beras supaya menjadi CBP dan simpen. Kalau harga d iatas maka kita beli beras di pasar dan kita ikut. Sementara itu sebagian beras dijual dengan harga komersial.

Sempat ada kabar HPP akan naik, bagaimana menurut Bapak?

Ya memang. Semua tergantung pemerintah karena ini menyangkut inflasi juga karena penyumbang sebagian inflasi berasal dari beras. Selama tercukupi dari kelebihan produksi dengan harga yang didapat maka enggak masalah.

Bagaimana dengan progres serapan beras Bulog pada tahun ini?

Serapan beras sudah ada 900 ribu ton. Dulu kita enggak maksimal karena gudangnya penuh. Dulu kita mikir kalau enggak terserap buat apa? sekarang sudah ada kewajiban CBP sebesar 700 ribu ton. Jadi optimistis target serapan beras akan tercapai pada tahun ini.

Bagaimana peran Bulog sebagai manajer Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)?

BPNT itu masyarakat boleh memilih berbagai tipe beras. Tapi dia dibatasi dengan voucher senilai Rp110 ribu. Masyarakat bisa memakai Rp85 ribu untuk beli beras dan sisanya beli telur.

Yang penting kualitas berasnya. Masyarakat dibebaskan kalau dia enggak butuh lauk, maka dia boleh beli beras semua.

Kenapa kita atur? Jangan sampai masyarakat penerima BPNT menjadi tempat permainan bisnis. Kalau sudah bisnis, maka mereka mengejar keuntungan semata.

Kalau dipatok harga Rp8.500 per kg (untuk semua tipe beras) maka dia (penjual) akan turunkan mutunya buat cari margin. Bulog punya standar kualitas jadi gak mungkin bermain. Kita lindungi rakyat untuk melawan mafia pangan.

Jadi masyarakat diberikan banyak pilihan untuk beli beras?

Dulu dipaksa beli. Sekarang Bulog akan menyediakan beras dari berbagai jenis. Masyarakat akan tahu kualitas beras (dengan harga yang beda-beda). Setelah itu beras tersebut akan diuiji tanah.

Jadi bisa coba dulu sebelum makan. Kita siapkan beras premium juga kepada masyarakat. Kita berikan pilihan kepada masyarakat.

Bagaimana dengan permintaan agar Bulog menyerap jagung dari petani?

Tugas kita bajali (beras, jagung, kedelai). Kalau ada kelebihan stok maka kita harus melihat. Kalau beras ada penyaluran rastra dan jagung untuk kelompok peternak.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*