BULOG Butuh Jaminan Pembelian Beras

stok bulog

Pemerintah menargetkan Perum Bulog menyuplai 70 persen beras dalam program bantuan pangan nontunai Juni 2019. Meskipun demikian, Bulog membutuhkan jaminan agar berasnya dibeli keluarga penerima manfaat.

Program bantuan ini berupa pemberian kartu berisi uang nontunai senilai Rp 110.000 per bulan kepada keluarga penerima manfaat (KPM). KPM dapat membelanjakan uang ini di e-warong untuk membeli beras dan telur.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung Bustanul Arifin berpendapat, agar Bulog mendapatkan kepastian pembelian oleh KPM, pemerintah perlu menerbitkan regulasi di tingkat presiden, misalnya instruksi presiden atau peraturan presiden.

”Kebijakan itu akan memuat kontrak penugasan antara pemerintah dan Bulog supaya memberikan kepastian bagi Bulog,” katanya saat ditemui di Jakarta.

Dalam melaksanakan mandat itu, Bustanul berpendapat, fungsi Bulog dalam bantuan sosial dan ketahanan pangan dapat optimal. Oleh sebab itu, Bulog membutuhkan sokongan dari Kementerian Koordinator Perekonomian serta Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan.

Baca juga : Mengembalikan Peran BULOG

Senada dengan Bustanul, Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia Bayu Krisnamurthi menyatakan, peran Bulog dalam menyalurkan beras pada program bantuan pangan nontunai (BPNT) mesti dikukuhkan dalam kebijakan lintas kementerian. Kebijakan ini dapat memberikan jaminan beras Bulog dibeli KPM.

Secara terperinci, kebijakan itu mesti memuat secara spesifik bahwa kartu nontunai dalam BPNT itu dapat dibelanjakan di e-warong untuk membeli beras yang berasal dari Bulog. Bahkan, Bayu berpendapat, komposisi 70 persen itu masih bisa dinegosiasikan hingga 100 persen.

Terkait suplai dari Bulog sebanyak 70 persen, peneliti Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), M Husein Sawit, berpendapat, proporsi tersebut didasarkan pada daerah-daerah lokasi e-warong. Artinya, sebanyak 70 persen e-warong disuplai sepenuhnya oleh Bulog.

Penentuan daerah ini sebaiknya tidak memberatkan 30 persen penyuplai beras lainnya yang berasal dari luar Bulog. ”Penyuplai di luar Bulog cenderung memilih memasok di sekitar Pulau Jawa,” ujar Husein.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*