BULOG Diminta Mutlak Perbaiki Manajerial Produksi Perberasan Nasional

berita bulog terkini

Bahkan, Andreas juga optimistis penyesuaian manajerial yang baik di internal dan teknis Bulog bisa menghasilkan keuntungan bisnis yang besar bagi perseroan. Apalagi, Bulog dianugerahi kekuatan stok beras yang hampir 10 kali lipat lebih besar daripada perusahaan beras lainnya dan tersebar di seluruh Indonesia.

“Kalau ada peningkatan kapasitan manajemen, infrastruktur dan sebagainya juga ikut diperbaiki, wah luar biasa ini Bulog, pasti semua pedagang beras besar akan takut. Tapi, sekarang ini kan enggak terjadi,” jelas Andreas.

Tolak Keras Impor Beras
Selain itu, Andreas juga mengecam keras rencana pemerintah untuk mengimpor beras sebanyak sejuta ton untuk tahun ini. Pasalnya, keputusan impor dinilai sama sekali tidak tepat dilakukan di tengah proyeksi produksi beras nasional 2021 yang dipastikan akan meningkat.

Meskipun pemerintah berulangkali menjelaskan kebutuhan impor ditujukan untuk menjaga pasokan atau iron stock, Andreas meyakini impor tersebut tidak bakal bermanfaat sama sekali sepanjang 2021. Semestinya, rencana pemenuhan iron stock dilakukan dengan menyerap beras dari dalam negeri terlebih dahulu secara optimal.

“Jika pertanyaannya untuk stabilisasi beras juga gimana, yang ada malah harga gabah terus turun dan justru merugikan petani,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan AB2TI, harga gabah di sentra produksi sudah turun ke level Rp3.995/kg pada Februari 2021. Prediksinya, harga gabah akan terus melemah ke kisaran Rp3.600/kg pada Maret 2021.

“Bisa dibayangkan dalam kondisi ini, petani sengsara karena harga gabahnya jatuh lalu ada keputusan impor yang tidak tepat itu,” katanya.

Adapun Andreas merekomendasikan pemerintah segera membatalkan keputusan impor beras 2021. Jika pun ada pertimbangan ulang mengenai kebutuhan impor beras, maka pemerintah bisa melakukan Rakortas Juli-Agustus 2021 karena estimasi produksi sudah relatif akurat pada saat itu.

“Kalau memang kurang (persediaan.red), jalan satu-satunya ya impor. Tapi, perkiraan saya untuk tahun ini produksi beras akan lebih besar dan surplus,” ujarnya.

Lalu, pemerintah juga mesti memberi kebijakan untuk Bulog mesti meningkatkan serapannya, dari sekitar 1,4 juta ton ditingkatkan menjadi 2,5 juta ton.

Kemudian, ia juga berharap semua pihak meningkatkan harga pokok produksi atau HPP gabah kering panen di kisaran Rp4.200/kg sangat merugikan petani. “Kajian kami di 2019 menyatakan, biaya usaha tani untuk setiap kilo gabah sudah menyentuh Rp4.523, makanya kami menuntut HPP ini bisa naik menjadi Rp4.500/kg,” jelasnya. (Khairul Kahfi)

Sumber : https://www.validnews.id/Bulog-Diminta-Mutlak-Perbaiki-Manajerial-Produksi-Perberasan-Nasional-veu

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*