BULOG Hadapi Situasi Dilematis

Menurut Dekan Fakultas Pertanian UGM, Dwi Andreas Santosa, Bulog saat ini mengalami situasi dilematis. Pasalnya, serapan gabah petani yang dilakukan tidak bisa dikeluarkan.

Dwi melihat salah satu penyebabnya karena program rastra kini dirubah jadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Saat masih program rastra, Bulog memiliki outlet penyaluran yang jelas dan per bulan bisa mendistribusikan 230 ribu ton.

Namun semenjak ada BPNT, skema berubah. Kini si penerima manfaat mendapatkan voucher sebesar Rp 110 ribu yang bisa digunakan membeli beras di warung.

Karena peralihan tersebut Bulog tidak bisa lagi menyalurkan berasnya. Akibatnya, beras menumpuk di gudang yang memiliki kapasitas terbatas dan berpotensi membuat beras rusak.

Jadi itu persoalan yang dihadapi Bulog saat ini,” paparnya seperti dilansir Kantor Berita RMOL, Jum’at (12/7).

Masalah ini, sambungnya, telah dicarikan solusi saat rapat koodirnasi terbatas (rakortas) pihak terkait. Di mana hasilnya, Bulog bisa menyalurkan beras ke warung.

“Sebenarnya dari situ banyak teratasi karena penyaluran ke warung hampir sama jumlahnya ketika program rastra maupun raskin,” tegasnya.

Baca juga : Wawancara Khusus Dirut BULOG : Kami Menghadapi Pihak yang Gencar Menyuarakan Hal Buruk Soal BULOG

Dia pun mengakui Bulog memang harus diinvestigasi meski sebenarnya masalah-masalah yang ada sudah diatasi dari hasil Rakortas. Yaitu, Bulog bisa menyalurkan beras ke warung.

“Sebenarnya dari situ banyak teratasi karena penyaluran ke warung hampir sama jumlahnya ketika program rastra maupun raskin. Tetapi harusnya ini bukan menjadi kebijakan yang permanen, kebijakan bahwa Bulog memiliki hak untuk 100 persen menyalurkan ke warung ini jangan sampai kebijakan permanen karena itu tidak sehat untuk pasar beras di Indonesia. Sehingga kebijakan ini sementara maksimum 1 tahun, setelah itu Bulog harus profesional,” katanya.

Dia pun berharap Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas, mampu meningkatkan profesionalisme Bulog. Apalagi Bulog dari manapun mempunyai kapasitas sepuluh kali lipat perusahaan beras.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*