BULOG Harus Gandeng Daerah Demi Kelancaran Distribusi Beras

Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) meminta Perum Bulog untuk memperkuat peran mitra di daerah produsen yang selama ini membantu Bulog dalam melakukan penyerapan gabah maupun beras. Peran itu dinilai amat diperlukan di tengah situasi wabah Covid-19 saat ini yang memberikan ketidakpastian pasar bagi petani.

Koordinator Nasional KRKP, Said Abdullah, menyampaikan, beberapa kelompok petani di sentra wilayah Jawa Barat sudah merasa gelisah. Hal itu akibat adanya isu penutupan wilayah di area Jabodetabek yang menjadi pasar terbesar kebutuhan beras.

Situasi itu lantas berdampak pada kekhawatiran jaminan pasar jika beras tetap diproduksi dan dikirim ke wilayah terdampak Covid-19.

Baca Juga :  Badan Pangan Nasional dan Kebijakan Perberasan

“Di sini butuh Bulog karena sudah punya mitra di tiap daerah. Bulog bisa mewajibkan para mitranya untuk tetap menyerap gabah atau beras dan diberi kepastian akan dibeli oleh Bulog,” kata Said kepada Republika.co.id, Selasa (31/31).

Baca juga : Pemerintah Resmi Naikkan HPP Gabah Petani

Said menjelaskan, tengkulak maupun pedagang yang membeli beras di suatu daerah sentra belum tentu berasal dari sentra yang sama. Perdagangan beras, terutama di Pulau Jawa sangat dinamis karena panen beras di suatu daerah bisa dibeli oleh pedagang dari berbagai daerah.

Baca Juga :  Ekonom Sarankan Subsidi Silang Demi Cuan Holding BUMN Pangan

Adanya kebijakan karantina wilayah secara mandiri di berbagai daerah memberikan dampak pada terbatasnya kegiatan perdagangan. “Seperti di Tegal yang sudah melakukan lockdown. Bulog harus ambil peran di sana untuk memastikan penyerapan gabah berjalan lancar meski tidak seluruhnya bisa dibeli oleh Bulog,” ujarnya.

Leave a Comment