BULOG Harus Gelontorkan Stok Beras Impor Lebih Cepat

impor beras

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai Perum Bulog harus lebih cepat dalam menggelontorkan stok beras impor yang masih dimiliki. Hal itu untuk bisa memperluas kapasitas Bulog menyerap gabah petani sekaligus mendorong penurunan harga gabah di level hulu.

Khudori mengatakan, periode saat ini merupakan momen penting bagi Bulog untuk melakukan penyerapan gabah sebanyak-banyaknya karena bertepatan dengan puncak panen raya musim rendeng 2020. Semakin banyak beras yang dikeluarkan oleh Bulog, semakin besar kapasitas gudang yang tersedia untuk menyimpan stok gabah baru.

“Ini peluang Bulog untuk serap gabah di musim panen raya karena kalau tidak maksimal, ke depannya akan berat untuk bisa menambah stok,” kata Khudori, Senin (27/4).

Hanya saja, penyerapan oleh Bulog terkendala lantaran harga pasaran gabah yang masih jauh di atas harga pembelian oleh Bulog. Khudori mengatakan, harga gabah saat ini masih berkisar di atas Rp 4.500 per kilogram sedangkan harga yang digunakan Bulog untuk membeli gabah petani sebesar Rp 4.200 per kilogram.

Meski harga acuan tersebut telah dinaikkan dari sebelumnya Rp 3.700 per kilogram, Khudori menilai masih cukup jauh dari tren harga gabah. “Merujuk berbagai survei, harga gabah tinggi karena biaya pokok produksi sudah Rp 4.500 per kilogram. Makanya harga acuan Rp 4.200 itu sebenarnya petani masih tekor,” ujarnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*