BULOG Jamin Bisa Hapus Kartel Jika Diberi Kewenangan Penuh

buwas bulog

Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mengklaim mampu menghapus praktik permainan harga di pasar alias kartel. Asalkan, diberikan wewenang penuh untuk menyalurkan bahan pokok melalui penugasan pemerintah.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas menuturkan pangkal praktik kartel bahan pokok adalah penyerahan penyaluran bahan pokok kepada pasar.

Ini tak terbatas pada beras, namun juga gula, ayam, bawang putih, bawang merah, jagung, serta bahan pokok lainnya.

“Kalau seluruh program pemerintah diserahkan kepada Bulog 100 persen, kami yakin tidak ada kartel. Karena pasti mati, karena mereka tidak punya pasarnya,” imbuhnya, Selasa (2/7).

Ia bilang dengan menyerahkan penyaluran kepada pasar, maka oknum yang tidak bertanggung jawab akan ‘main mata’ satu sama lain membuat kesepakatan harga. Tentunya ini akan merugikan konsumen.

Lihat juga: Kelebihan Stok, 50 Ribu Ton Beras Bulog Bakal ‘Sia-sia’

Menurut dia, akan berbeda jika penyaluran tersebut diberikan kepada Bulog. Sebab, sebagai perusahaan milik negara Bulog tidak memiliki orientasi bisnis mengambil keuntungan.

Sebab, pelaku kartel memiliki jaringan yang luas, ia menilai tidak ada cara lain menghapus kartel, selain memutus rantai itu sendiri.

“Hari ini, kita semua tidak tahu harga yang sebetulnya berapa. Misalnya, kalau hari ini bawang putih kosong, ayo semua naikkan Rp5.000 per kilogram (kg). Itu semuanya, daging, telur, semua digituin,” katanya.

Hal tersebut, lanjutnya, dapat diwujudkan jika ada sinergi antara Kementerian dan Lembaga terkait. Sayangnya, ia tidak menampik K/L yang bertanggung jawab atas masalah pangan belum memiliki sinergi kuat.

“Contoh, jelang puasa dan lebaran kebutuhan pangan meningkat. Kami antisipasi jauh-jauh hari dari 3-4 bulan sebelumnya. Tapi di sisi lain, ada pemikiran itu tugas Bulog, bukan tugas saya. Padahal, ada keterkaitan dengan Kementerian lain,” tandasnya. (Sumber : CNN)

Buwas Sebut Regulasi hingga Kartel Sebabkan Kinerja Bulog Tak Optimal

Perum Badan Urusan Logistik ( Bulog) kerap dianggap tak mumpuni dalam menstabilkan harga dan kualitas Sembilan Bahan Pokok (sembako).

Menanggapi hal itu, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan ketidakoptimalan kinerja Bulog disebabkan oleh berbagai kendala, mulai dari kurangnya sinergi antara Bulog dengan kementerian, regulasi yang belum jelas, hingga ulah kartel yang memanfaatkan pasar.

“Kenapa ini bisa terjadi? Memang kita harus akui belum adanya sinergi dalam semua hal, terutama masalah pangan ini,” kata Budi, yang akrab disapa Buwas, di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*