BULOG Jateng Tingkatkan Pemeriksaan Kualitas Beras

kualitas beras bulog

Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah akan meningkatkan pemeriksaan kualitas beras sebelum disalurkan ke masyarakat dalam program bantuan pangan nontunai atau BPNT.

Hal itu untuk memenuhi permintaan Kementerian Sosial terkait kualitas beras.

Kepala Bulog Divre Jateng Taufan Akib, saat dihubungi dari Semarang, Jumat (5/7/2019), mengatakan, pihaknya siap memenuhi apa pun kebutuhan program BPNT tersebut.

Ia memastikan keinginan Menteri Sosial dan pemangku kepentingan akan beras berkualitas terpenuhi.

“Untuk memastikan hal itu, kami akan terus mengecek tingkat kualitas sebelum beras dikeluarkan dari gudang Bulog. Pemeriksaan tersebut akan kami tingkatkan,” kata Taufan, melalui pesan singkat.

Sebelumnya, Kementerian Sosial (Kemensos) memutuskan Perum Bulog sebagai pengelola pasokan bahan pangan untuk program BPNT.

Baca juga : Pastikan Beras BULOG Terbeli dalam Bantuan Pangan Non Tunai

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, Perum Bulog akan menjadi pengelola pasokan (supply manager) pangan dan pemasok 100 persen kebutuhan beras dalam program BPNT (Kompas, 5/7/2019).

Taufan menambahkan, mekanisme yang berjalan saat ini ialah pemeriksaan pada saat pengadaan agar beras yang masuk gudang Bulog terjamin kualitasnya.

Saat akan disalurkan kepada masyarakat, beras kembali diperiksa untuk memastikan tak ada lagi hama dan kutu.

Taufan mengatakan, akan mengundang perwakilan dari pihak-pihak yang menerima beras untuk bersama-sama memeriksa kualitasnya.

“Setelah itu akan dituangkan ke dalam semacam berita acara hasil pemeriksaan kualitas,” ucapnya.

Lebih lanjut, peningkatan upaya penjaminan kualitas beras akan berpengaruh pada optimalisasi penyaluran beras langsung ke desa.

“Ini akan sangat berpengaruh karena pasokan beras dalam kegiatan KPSH (Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga), baik yang dijual maupun disalurkan, harus terbebas dari hama dan kutu,” kata Taufan.

Baca juga : Buwas Ancam Pegawai BULOG Telan Kutu Beras

Sebelumnya, pada November 2018, Perum Bulog dan Pemprov Jateng menyepakati bersama pendistribusian cadangan beras pemerintah (CBP) dalam pelaksanaan KPSH beras medium.

Lewat konsep itu, penyaluran beras langsung ke kepala desa, yang kemudian diteruskan ke koperasi-koperasi desa. Dengan demikian, rantai pasok menjadi pendek.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*