Bulog Khawatir Impor Gula 50.000 Ton Terhalang Lockdown

gula kemas

Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) khawatir impor gula sebesar 50.000 ton tertunda masuk ke Indonesia akibat rencana pembatasan atau lockdown sejumlah negara mitra. Seperti diketahui sejumlah negara tengah berupaya menekan penyebaran Virus Corona dengan membatasi pergerakan keluar dan masuk.

“(Asal impor) Thailand, India tergantung kondisi di negara itu. Kalau mereka lockdown juga kan akan tertunda,” ujar Sekretaris Perusahaan Badan Urusan Logistik (Bulog) Awaludin Iqbal kepada merdeka.com,¬†Jakarta, Selasa (31/3).

Awaludin mengatakan, pihaknya sebelumnya mendapatkan kuota impor gula sebesar 50.000 ton. Hingga kini rencana impor tersebut masih dalam pengurusan perizinan.

“Impor gula sudah ditetapkan. Ini masih dalam proses untuk importasinya, masih dalam proses. Itu bukan hanya Bulog (yang melakukan impor,” jelasnya.

Pada awalnya impor gula memang direncanakan bisa dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadan. Hal tersebut dilakukan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat yang biasanya meningkat pada hari raya.

“Kita berusaha mendatangkan itu sebelum Lebaran. Gula itu kan musiman, beda dengan beras. Itu memang tergantung momentum tertentu seperti Natal dan Tahun Baru atau Lebaran. Itu ada konsumsi yang meningkat dibanding normal,” tandasnya.

Stok Gula Masih Langka

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyebut bahwa stok gula saat ini masih langka di pasaran. Kurangnya stok memicu kenaikan harga jual gula di tengah pandemi virus corona (covid-19) di Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*