BULOG “Mandul” Jaga Kedaulatan Pangan

Buruknya kinerja BULOG membuat Pakar Pertanian pun ikut prihatin. Ketua Umum KTNA Nasional, Winarno Tohir mengatakan kinerja BULOG saat ini sangat ironis dan mencederai amanah Presiden Jokowi untuk menjaga kedaulatan pangan dengan menyerap gabah petani minimal 4 juta ton setara beras dalam waktu 6 bulan yakni Maret hingga Agustus 2017. Ia mengingatkan agar BULOG jangan main-main, karena ini menyangkut kedaulatan pangan dan ketahanan negara.

Padahal di sisi lain, Kementerian Pertanian telah lari kencang bak Kuda Pacuan Bima untuk meningkatkan produksi beras. Kementerian Pertanian telah menggelontorkan bantuan secara besar-besaran dan gratis kepada petani di seluruh Indonesia. Bantuan tersebut berupa alat mesin pertanian, benih unggul, pupuk, pompa air dan Kementerian Pertanian pun telah mulai menerapkan teknologi citra satelit untuk memantau perkembangan pertanaman di seluruh Indonesia. Teknologi mendorong pemerintah bergerak lebih cepat menyelesaikan permasalahan tanaman dan petani.

Selain itu, terobosan Kementerian Pertanian yang perlu diapreasisi juga yakni membangun lumbung pangan di perdesaan dan kawasan perbatasan. Akan hal ini, untuk menjamin peningkatan produksi di seluruh kawasan Indonesia, di tahun 2017 Kementerian Pertanian bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait membangun 30 ribu embung.

Ada Apa Dengan BULOG

Jika disimpulkan secara sederhana, tentunya wajar kekhawatiran publik dibalik dari apa yang ditorehkan BULOG saat ini. Pertanyaanya apa saja kekhawatiran itu ?

Pertama, jangan-jangan BULOG sengaja tidak optimal menyerap gabah petani agar bisa kembali mengimpor beras. Hal ini wajar, karena roh yang miliki BULOG saat ini setelah menjadi perusahan umum negara, dituntut untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya. BULOG tidak lagi sesuai dengan tujuan awal. BULOG sebagal satu-satunya lembaga negara yang bertugas menyediakan stok pangan nasional dan menjaga stabilitas harga.

Kedua, para tengkulak yang leluasa hadir di tengah petani membeli gabah dengan murah merupakan jaring laba-labanya BULOG. Ini merupakan fenomena klasik, agar BULOG tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga dan biaya sehingga dapat meraup keuntungan besar tanpa lelah.

Oleh karena itu, kinerja BULOG saat ini merupakan ancaman atau duri dalam daging bagi pemerintah yang begitu tinggi komitmennya mewujudkan kedaulatan pangan khususnya beras. Pemerintah harus cepat mengambil kebijakan afirmatif bahkan kebijakan yang dianggap keras tetapi sebagai faktor kunci untuk memperkokoh ketahanan beras nasional dan beras Indonesia bisa menjadi raja di pasar dunia.

Kebijakan tersebut yakni Presiden Jokowi tidak lagi memberikan kesempatan kepada para jajaran direksi saat ini untuk menahkodai BULOG. Presiden Jokowi langsung saja mencopot dengan menggantikannya dari orang-orang yang serius, ulet dan bekerja benar-benar demi merah putih. Bukan sosok yang sudah menjalin hubungan mesra atau kontrak dengan para mafia pangan.

Rico Simanjuntak
Alumni Sosial Ekonomi Pertanian IPB

Sumber berita : Berita Raya Online

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*