Bulog Mau Ekspor Beras, Ombudsman: Hati-hati

Beras-bulog

Ombudsman RI mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Bulog, berhati-hati dalam melakukan ekspor beras tahun ini. Peringatan itu disampaikam Ombudsman meskipun stok beras di akhir 2018 mencapai 2,1 juta ton.

“Tapi di 2019, kemungkinan besar beras Bulog yang digunakan untuk rastra itu semakin berkurang karena pemerintah akan menerapkan 80% (ke program Bantuan Pangan Nontunai). Kalau sekarang 55,3% maka diperkirakan akan berkurang,” kata Komisioner Ombudsman RI Ahmad Alamsyah Saragih di kantor pusat Ombudsman, Jakarta, Senin (4/1/2019).

Dengan diterapkannya program BPNT sebesar 80% di tahun ini, maka stok beras yang ada di Bulog akan meningkat.

Namun, bila stok tidak berkualitas maka pemerintah tidak bisa melakukan operasi pasar untuk menekan harga supaya turun. Sehingga, Ombudsman memperingatkan pemerintah untuk berhati-hati sekali untuk ekspor.

Baca juga : Buwas Sebut (Lagi) RI Mau Ekspor Beras, Kapan?

Selain itu, untuk mengantisipasi perkembangan jangka pendek dalam tahun politik, Ombudsman meminta pemerintah untuk segera membentuk kerangka kebijakan sisa cadangan (stock disposal policy) untuk perbaikan manajemen stok sebelum memutuskan mengambil langkah ekspor beras.

Ombudsman juga meminta pemerintah untuk melakukan klasifikasi stok dan mengutamakan pemanfaatan stok berkualitas agar operasi pasar efektif mengatasi kenaikan harga akibat penerapan BPNT 80% bukan berprioritas pada ekspor.

“Untuk 2019 di tengah kesibukan politik hal itu perlu dicermati instansi terkait yang menggunakan kebijakan tersebut.” pungkas Alamsyah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*