BULOG Mau Produksi Beras Premium, Bagaimana Nasib Petani-Penggilingan?

Di awal 2021, Bulog mengumumkan akan memproduksi beras sendiri. Hal itu diapresiasi Komisi IV DPR RI namun secara bersamaan dapat berpotensi mematikan usaha kecil di bidang pertanian dan penggilingan.

“Kita sih senang dengan semua inovasi yang akan dilakukan Bulog. Tetapi saya juga tidak berharap bahwa langkah kemajuan Bulog ini akan mematikan usaha penggilingan terutama menengah kecil karena penggilingan ini didominasi oleh kelompok menengah kecil dan justru yang saya inginkan boleh dicari mekanisme kemitraan yang saling bermanfaat bukan Bulog maju sendiri ke depan,” kata anggota Komisi IV DPR Fraksi PKB, Lulu Nurhamidah, Senin (30/8/2021).

Baca Juga :  Badan Pangan Nasional dan Kebijakan Perberasan

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Bulog Budi Waseso atau Buwas merespons baik dan selalu siap untuk bermitra baik dengan petani maupun penggilingan saat model rice milling plant (MRMP) dibangun.

“Bukan berarti kita membangun ini merugikan petani-petani dan penggilingan, justru kita ajak bermitra karena intinya tujuan dari pembangunan ini bagaimana petani tidak berpikir masalah beras. Jadi dia hanya memproduksi gabah,” kata Buwas.

Dia mengatakan, Bulog memiliki tanggung jawab untuk menyerap hasil petani karena saat ini banyak petani yang masih menggunakan cara tradisional, misalnya untuk pengeringan gabah masih bergantung pada panas matahari.

Baca Juga :  Ekonom Sarankan Subsidi Silang Demi Cuan Holding BUMN Pangan

“Oleh sebab itu MRMP utamanya adalah dryer yang punya kemampuan besar dan kita simpan gabahnya, sehingga pembangunan ini wajib di mana tujuannya pemerintah punya peran aktif terhadap produksi pabrik khususnya gabah. Kita yang akan bertanggung jawab mengelola gabah ini mengeringkan hingga mengelola menjadi beras,” jelasnya.

Leave a Comment