BULOG Pastikan Hanya Impor Beras Jika Ada Penugasan

beras bulog kelapa gading
Pekerja berada di gudang Bulog di Jakarta, Rabu (2/9/2020). Bisnis - Nurul Hidayat

Perum Bulog memastikan importasi beras hanya akan dilakukan perusahaan jika pemerintah memberi penugasan. Bulog menyatakan bakal fokus pada stabilisasi harga di sisi hulu dan menjaga pasokan di sisi hilir.

“Impor untuk PSO [public service obligation] maupun komersial prinsipnya penugasan. Yang memberi tugas pemerintah sebagaimana diatur regulasi,” kata Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaluddin Iqbal saat dihubungi, Senin (1/3/2021).

Impor beras untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri sendiri diperkenankan dalam peraturan perundang-undangan. Tetapi, lanjut Awaluddin, Bulog tidak berada di posisi untuk menentukan volume impor karena hal tersebut menjadi domain pemerintah.

Skenario impor beras menjadi salah satu alternatif sumber pengadaan beras yang direncana Perum Bulog untuk 2021. Sebelumnya, Wakil Direktur Utama Perum Bulog Gatot Trihargo menyebutkan perusahaan menyiapkan asumsi impor 1 juta ton beras untuk menjaga stok nasional.

Namun skenario impor ini tetap merujuk pada kondisi produksi dan konsumsi beras di dalam negeri. Dalam rencana pengadaan yang disusun perusahaan, impor sebanyak 1 juta ton tersebut diperkirakan terjadi selama Agustus sampai November dengan pemasukan sebesar 250.000 ton setiap bulannya.

Adapun, 400.000 ton beras dari pengadaan luar negeri itu akan dialokasikan untuk bantuan sosial penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan 500.000 ton untuk penjualan secara komersial. Sementara 100.000 ton sisanya untuk stok.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*