Bulog: Percuma Penugasan Serap Beras Petani Tapi Sulit Disalurkan

Beras-bulog

Di samping itu, bansos rastra 213 ribu ton itu saat ini harus disalurkan ke 295 kabupaten yang sebagian besar susah dijangkau.

Ketika diakumulasi dengan biaya kirim, ia mengatakan harga jual beras semestinya mencapai lebih dari Rp10.000 per kilogram atau di atas Harga Eceran Tertingginya sebesar Rp9.450.

“Di tingkat eceran beras umum yang paling laku seharga Rp11.674 padahal Bulog harus jual paling tinggi Rp9.450,” paparnya.

Bulog pun dikatakannya musti memutar otak lebih keras untuk mengeluarkan stok yang di sisi lain harus terus ditambah.

Untungnya, lanjut dia perseroan masih bisa melakukan operasi pasar yang setiap harinya, akhir-akhir ini, membutuhkan pengeluaran 3.000 ton.

Baca juga : Lebih Besar, Bulog Targetkan Operasi Pasar 1,48 Juta Ton Beras di 2019

Maka dari itu, dia pun meminta agar pemerintah terutama kementerian teknis sebagai regulator dapat mempertimbangkan kebijakan yang tidak memberatkan Bulog.

Contohnya, jika BNPT menjadi program prioritas yang menggantikan bansos rastra, ada baiknya beras-beras yang disalurkan tetap bersumber dari perseroan.

“Program boleh beda tapi kalau bisa sumber berasnya tetap sama,” ujar Tri.

Sumber : https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1121141-bulog-percuma-penugasan-serap-beras-petani-tapi-sulit-disalurkan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*