Bulog Perlu Tinjau Ulang Skema Penyerapan Beras

beras Bulog

Bulog perlu meninjau ulang skema penyerapan beras yang selama ini dilakukan.

Ditemukannya beras busuk di Sumatera Selatan membuktikan perlunya perbaikan dalam skema penyerapan beras supaya oleh Bulog.

Hal ini diperlukan untuk memaksimalkan fleksibilitas Bulog dalam melakukan penyerapan dan distribusi beras.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman mengatakan, perlunya evaluasi ini tidak lepas dari berubahnya skema penyaluran beras ke masyarakat.

Lewat program Raskin yang berubah nama menjadi Rastra pada pemerintahan Presiden Joko Widodo, beras tadinya disalurkan melalui kelurahan setempat dan dibagikan sebanyak 10 kilogram untuk setiap penerima setiap bulannya.

Baca juga : Lebih Rendah Dari Asumsi Bulog, Harga Rastra Ditetapkan Rp 10.219/kg

Namun pada pelaksanaannya, skema ini menemui permasalahan yaitu sebagian penerima manfaat tidak menerima beras sesuai dengan jatah yang seharusnya.

Hal ini karena ada sebagian kelurahan yang mendistribusikan beras ke RT di wilayahnya.

Namun RT justru membagikan beras tersebut ke semua warga, termasuk mereka yang tidak termasuk sebagai penerima manfaat Rastra.

“Hal ini berkontribusi pada perubahan skema penyaluran menjadi BPNT,” jelasnya.

Baca juga : Mengapa Bulog Kritik Pemerintah Soal Beras?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*