BULOG Siapkan Skema Pengadaan Komersial di 2018

beras bulog

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG) belum banyak berspekulasi terkait perluasan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan sosial rastra 2018.

Nantinya beras rastra akan bisa didapatkan melalui e-warong (elektronik warung gotong royong) dengan satu kartu, tidak harus melalui BULOG lagi.

“Saya untuk bantuan sosial belum bisa komentar,” ujar Direktur SDM dan Umum Perum BULOG Febriyanto, ditemui di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan.

Biasanya selama ini beras rastra disalurkan langsung melalui Perum BULOG.

Namun dengan adanya perubahan program BNPT, Febri mengaku masih menunggu skema terbaru dari keputusan rapat koordinasi di tingkat menteri.

“Itu baru akan diputuskan nanti Jumat di rapat koordinasi terbatas (rakortas). Masih didiskusikan lagi dengan Menteri sosial dan Menko PMK sama Menko Perekonomian. Kepastiannya kan kita masih menunggu keputusan teknis dari menteri terkait,” katanya.

Febriyanto mengaku pihaknya siap jika harus menggunakan skema baru dalam menyalurkan beras rastra. “Apakah bentuknya bantuan sosial, BPNT, apa rastra. Apapun kami siap,” ucapnya.

Di sisi lain, ia mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan skema pengadaan beras untuk komersial pada 2018 jika nantinya hasil rakortas berkata lain.
Nantinya dengan skema tersebut pihaknya tidak dibatasi berapa pun jumlah penyaluran asalkan memiliki kapasitas yang sesuai.

“Kan kita mainnya di pasar bebas. Kita tidak terbatas paling yang membatasi kita Harga Eceran Tertinggi (HET). Jadi sepanjang masih ada margin kita mainnya di komersial,” pungkasnya (http://ekonomi.metrotvnews.com).

BULOG Akan Perkuat Beras Komersial Tahun Depan

Tahun depan pemerintah berencana mengubah skim bantuan sosial pangan berupa program beras sejahtera (rastra) menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Mengantisipasi hal ini, Perum BULOG pun berencana memperkuat bisnis beras komersial.

Direktur SDM dan Umum Perum BULOG, Febriyanto mengakui sampai saat ini BULOG masih menanti keputusan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) terkait skim BPNT.

“Kami masih menanti keputusan. Teknisnya seperti apa. Karena kami kan hanya sebagai operator. Skimnya seperti apa, kami siap,” ujar Febriyanto.

Febriyanto mengatakan apabila Rastra tetap dilakukan, maka BULOG tetap siap menjalankan tugas. Namun dia bilang, BULOG akan fokus meningkatkan serapan untuk beras komersial.

Apalagi, selama ini bisnis BULOG masih didominasi oleh penyaluran beras untuk rastra.

Menurut Febriyanto, BULOG tidak memiliki batasan dalam mengembangkan beras komersial. Menurutnya, pembatasan saat ini hanya tentang Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Sepanjang kita punya kapasitas, kita bisa bermain di pasar bebas. Yang membatasi hanyalah HET,” kata Febryanto.

Febriyanto juga mengungkap, berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) BULOG, ditargetkan penyerapan beras komersial di tahun mendatang sebesar 1 juta ton.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*