Bulog Sortir 6.800 Ton Beras Tak Layak Konsumsi

Arjun menilai, pengadaan beras yang cukup besar dan tidak diimbangi dengan penyaluran, mengakibatkan terjadinya penumpukan stok beras di gudang Bulog.

Selain itu, menurutnya kebijakan pemerintah yang terus mengurangi pagu Rastra (Bansos Rastra) setiap tahun secara bertahap ke Bantuan Pangan Non Tunai yang tidak mewajibkan komoditasnya (beras) berasal dari Bulog, ikut mempengaruhi perputaran barang Bulog.

“Pagu Rastra di provinsi Sumsel di tahun 2017 sebanyak 68 ribu ton, mengalami penurunan di tahun 2018 menjadi sebanyak 44 ribu ton, dan di tahun 2019, pagu Bansos Rastra untuk bulan Januari dan Februari menjadi sebanyak 5.400 ton. Hal ini tentu mempengaruhi manajemen stok di Bulog,” ujar Arjun.

Terakhir, Arjun menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menjaga kualitas distribusi beras ke masyarakat. “Kami tetap pastikan, beras yang kami distribusikan kepada masyarakat merupakan beras yang layak dikonsumsi,” tutup Arjun.

Sumber : https://finance.detik.com/infrastruktur/d-4426854/bulog-sortir-6800-ton-beras-tak-layak-konsumsi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*