daging kerbau

BULOG Sumut Minta Tambahan 42 Ton Daging Kerbau Beku Jelang Nataru

Menjelang periode natal dan tahun baru 2022, Perum BULOG Sumatera Utara (Sumut) berencana untuk meningkatkan stok daging kerbau beku guna memenuhi permintaan dan kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini, Perum BULOG Sumatera Utara (Sumut) meminta tambahan 42 ton daging kerbau beku impor dari pemerintah pusat guna memperkuat stok untuk Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan Wilayah Sumut Perum BULOG, Arif Mandu pada Jumat (10/12). Ia mengatakan bahwa saat ini stok daging kerbau masih ada 7,25 ton dan terus digelontorkan untuk memenuhi permintaan konsumen.

Sembari menunggu tambahan pasokan dari pusat, BULOG menjaga dan meningkatkan kelancaran distribusi daging kerbau beku impor ke pasar.

Baca Juga :  Disperindag Bangka Belitung Gelar Operasi Pasar Murah

Periode natal dan tahun baru memang menjadi salah satu momen di mana kebutuhan masyarakat meningkat secara signifikan.

Oleh karena itu Perum BULOG sebagai badan yang telah ditugaskan untuk menyediakan pasokan kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat wajib untuk segera mengambil langkah antisipasi demi memenuhi hal tersebut.

Arif Mandu juga menyampaikan bahwa hingga pekan ini harga daging sapi segar masih di kisaran Rp 120 ribu per kg. Ia berharap dengan ketersediaan daging kerbau beku impor yang mencukupi, harga daging sapi segar bisa terjaga stabil terus hingga akhir tahun.

Selain itu, ia juga menjelaskan, permintaan daging kerbau beku sendiri semakin meningkat Hal ini sejalan dengan semakin dikenalnya daging itu di tengah masyarakat. Terlebih, harga jual daging kerbau beku impor masih tetap Rp 80 ribu per kg.

Baca Juga :  Kenaikan Harga Gabah di Lampung Picu Naiknya Harga Beras

Namun Arif mengungkapkan bahwa pihaknya berharap tambahan pasokan daging kerbau beku dari pusat segera datang sehingga stok benar-benar aman hingga awal tahun 2022.[]

Sumber : https://sumut.suara.com/read/2021/12/10/060500/BULOG-minta-tambahan-42-ton-daging-kerbau-beku-untuk-nataru-di-sumut