BULOG: Tak Ada Niat Monopoli Perberasan

beras bulog kelapa gading
Pekerja berada di gudang Bulog di Jakarta, Rabu (2/9/2020). Bisnis - Nurul Hidayat

Wakil Utama Perum Bulog, Gatot Trihargo, menyatakan, upaya perum Bulog untuk terus mengembangkan bisnis beras dari hulu ke hilir bukan ditujukan untuk melakukan monopoli beras. Sebab, pangsa pasar beras oleh Bulog saat ini hanya delapan persen dari total kebutuhan beras masyarakat.

“Kita tidak akan monopoli dan kita hindari monopoli. Kita memang besar tapi kita tidak akan monopoli,” kata Gatot dalam webinar yang digelar Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Kamis (25/2).

Gatot mengatakan, untuk melakukan monopoli beras dibutuhkan dana yang besar sebab beras mengalami turun mutu setiap empat bulan. Karena itu, menurut Gatot, tidak ada badan usaha di Indonesia maupun dunia yang sanggup memonopoli bisnis beras.

“Yang sanggup kalau ada intervensi dari pemerintah, kalau di China, ada dana dari pemerintahnya,” kata dia.

Ia menambahkan, Bulog saat ini melakukan penyerapan beras hanya mengandalkan kredit perbankan dengan bunga komersial sebesar 8,25 persen. Tingkat bunga itu masih dinilai tinggi meski sudah diturunkan dari sebelumnya 8,4 persen.

Besarnya bunga itu pun mengerek beban Bulog. Dengan menyimpan stok sebesar 2,9 juta ton, biaya bunga tembus hingga Rp 2,5 triliun.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*