BULOG Tegaskan Hanya Suplay 20 Persen Kebutuhan BPNT di Tulungagung, 80 Persennya Darimana?

bpnt bulog pkh

Mahalnya harga sembako, khususnya beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (PKM) di Tulungagung selama ini tidak terkait langsung dengan pihak Bulog. Hal itu disampaikan oleh Kepala Perum Bulog Sub Divre V Tulungagung, Irli Dwi Putri, Senin (02/03) siang di kantornya.

Menurut Irli, untuk kebutuhan sembako yang disalurkan Dinas Sosial KBPP dan PA melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bulog bukan menjadi penyedia tunggal, namun boleh menyuplay beras itu.

“Sesuai imbauan, karena beras di Bulog melimpah dan tidak terserap maka diimbau agar ikut menyuplay. Namun, juga boleh mengambil beras dari pihak lain. Jadi Bulog bukan menjadi penyedia tunggal atau memonopoli pengadaan beras tersebut,” kata Irli.

Meski selama ini pihak Bulog sudah menyuplay beras program BPNT ini, khusus di Tulungagung pihak Bulog selama ini hanya menyuplai 20 persen dari kebutuhan seluruhnya.

“Sejak bulan Oktober itu kami hanya menyuplay 20 persen untuk Kabupaten Tulungagung. Tapi masyarakat taunya itu adalah beras Bulog,” ujarnya.

Pihak Bulog tidak tau dimana suplayer memenuhi yang 80 persen kebutuhan dari program Bantuan Pangan Non Tunai tersebut. Jika kini banyak permasalahan terkait kualitas beras yang diterima PKM, Bulog akan tau apakah beras itu dari pihaknya atau bukan.

“Yang terjadi suplayer jalan sendiri-sendiri, tapi jika ada beras kualitas buruk atau ada masalah selalu masyarakat taunya Bulog, padahal beras dari tempat lain,” jelasnya.

Pihaknya telah menjelaskan pada Dinas Sosial KBPP dan PA agar pihak Bulog tidak menjadi kambing hitam atau bumper jika ada permasalahan.

“Kami sudah sampaikan ke dinas, karena tidak semua kebutuhan beras mengambil ke kami, kemudian jika ada masalah disalahkan Bulog, ini kan hanya jadi bumper,” terangnya.

Terkait selisih harga, menurut Irli para suplayer seharusnya dapat menjelaskan berapa harga dasar dari Bulog, kemudian untuk biaya pengolahan, pengemasan hingga distribusi.

“Beras yang dikeluarkan Bulog seperti apa, jika tidak sesuai maka bisa ditanyakan ke suplayer darimana asal beras yang disalurkan itu,” paparnya.

Kedepan, atau tepatnya Rabu, 4 Maret 2020 depan pihaknya menjadwalkan ketemu pihak Dinas Sosial KBPP dan PA Kabupaten Tulungagung dan para suplayer. Agenda pertemuan itu diataranya menurut Irli, akan membahas tentang suplai beras yang mulai bulan Maret ini sepenuhnya dari Bulog dengan standar premium.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*